Sabtu, 3 Oktober 2026

Pusing Bisa Menandakan Risiko Kematian yang Lebih Tinggi, Menurut Penelitian

BAGIKAN:
Pusing Bisa Menandakan Risiko Kematian yang Lebih Tinggi, Me...
0
Pusing Bisa Menandakan Risiko Kematian yang Lebih Tinggi, Menurut Penelitian

DISTRIKBANTENNEWS.COM - Pernahkah Anda merasa dunia berputar di sekitar Anda? Atau mungkin Anda kesulitan menjaga keseimbangan, merasa pusing meski sedang berdiri diam?

Jika ya, Anda tidak sendirian. Pusing adalah keluhan umum yang menyerang jutaan orang di seluruh dunia.

Namun, sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa rasa pusing yang terus-menerus bisa jadi lebih dari sekadar ketidaknyamanan.

Penelitian yang melibatkan 9.000 orang dewasa di Amerika Serikat ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pusing dan kematian. Hasilnya mengejutkan namun penting bagi pemahaman kita tentang risiko kesehatan yang terkait dengan gejala yang tampaknya tidak berbahaya ini.

Individu yang melaporkan gejala pusing menghadapi risiko kematian yang lebih tinggi karena berbagai sebab, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, dan kanker. Pusing yang bergejala terutama terkait dengan kematian akibat diabetes, sehingga menjelaskan hubungan yang sebelumnya terabaikan.

Namun, tidak semua jenis pusing memiliki risiko yang sama. Meskipun masalah keseimbangan dan jatuh dikaitkan dengan angka kematian yang lebih tinggi, pusing karena posisi tidak menunjukkan korelasi yang signifikan dengan peningkatan risiko kematian.

Studi yang diterbitkan dalam JAMA Otolaryngoly-Head Neck Surgery menunjukkan bahwa kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti neuropati perifer dan perubahan iskemik yang disebabkan oleh mikroangiopati, dapat berkontribusi pada sensasi ketidakseimbangan, yang pada akhirnya menyebabkan risiko kematian yang lebih tinggi.

Jika Anda sering mengalami pusing, terutama yang disertai dengan masalah keseimbangan atau terjatuh, penting untuk mengambil tindakan. Mencari nasihat dan intervensi medis dapat membantu mengurangi risiko yang terkait dengan gejala ini.

Seiring bertambahnya usia populasi kita, laporan gejala pusing diperkirakan akan meningkat. Oleh karena itu, sangat penting untuk berinvestasi dalam penelitian lebih lanjut guna mengembangkan intervensi yang efektif untuk mengatasi pusing dan mengurangi dampaknya terhadap angka kematian.

Meskipun penelitian ini menawarkan wawasan yang berharga, penting untuk mengakui keterbatasannya. Data yang dilaporkan sendiri dan sifat observasional dari penelitian ini memberikan ruang bagi bias dan faktor perancu.

Penelitian di masa depan harus menggali lebih dalam mekanisme di balik pusing dan implikasinya terhadap kesehatan. (***)

(her/red)

Penggunaan Plastik Sehari-hari Dapat Meningkatkan Risiko Kelahiran Prematur
Artikel Selanjutnya

Penggunaan Plastik Sehari-hari Dapat Meningkatkan Risiko Kelahiran Prematur

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 14 Februari 2024, 20:23 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Lapas Bandanaira Gandeng Puskesmas Walang Gelar CKG bagi Warga Binaan ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:58 WIB

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Lapas Bandanaira Pastikan Kondisi Warga Binaan Terpantau

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB

Rembuk Stunting Sindangheula, Cari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:24 WIB

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB