Senin, 12 Oktober 2026

BKPM dan Pemprov Banten Bidik Investasi Besar di Tiga Sektor, Kesehatan Tembus Rp12,7 Triliun

BAGIKAN:
BKPM dan Pemprov Banten Bidik Investasi Besar di Tiga Sektor...
0
BKPM dan Pemprov Banten Bidik Investasi Besar di Tiga Sektor, Kesehatan Tembus Rp12,7 Triliun

TANGERANG SELATAN – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mendorong pengembangan investasi bernilai tambah tinggi di tiga sektor strategis, yakni kesehatan dan kebugaran (healthcare and wellness), perhotelan (hospitality), serta pendidikan tinggi.

Pengembangan ketiga sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi Banten, membuka peluang usaha baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui masuknya investasi berkualitas.

Banten dinilai memiliki potensi besar untuk menarik investor, didukung kawasan industri, pusat bisnis, infrastruktur transportasi, serta pengembangan kawasan ekonomi khusus dan pendidikan internasional.

Sejak 2024, Banten juga memiliki kawasan International Education, Technology, and Healthcare Special Economic Zone (ETKI SEZ) di BSD, Kabupaten Tangerang. Kawasan ini dikembangkan untuk mendukung sektor pendidikan, teknologi, kesehatan, serta ekonomi kreatif dan digital.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, sejumlah pusat pertumbuhan industri dan ekonomi telah berkembang di wilayah Banten. Di antaranya kawasan BSD, Lippo, dan Sedayu di Tangerang Raya, kawasan industri di Kota Cilegon dan Serang, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang.

Menurut Dimyati, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui kesiapan infrastruktur, kemudahan perizinan, ketersediaan lahan, serta jaminan keamanan dan kenyamanan bagi investor.

“Banten mempunyai ketersediaan lahan yang produktif, SDA (sumber daya alam) yang bagus, SDM (sumber daya manusia) yang andal, regulasi yang baik, daerah yang aman, serta infrastruktur yang mendukung. Ini akan sangat menguntungkan bagi investor. Belum lagi kawasan pantai kita cukup panjang dengan bentangan laut yang luas dan indah,” ujar Dimyati.

Hal tersebut disampaikan Dimyati seusai menghadiri pembukaan forum investasi bertajuk Developing Digital Infrastructure High-Value Chains yang diselenggarakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama DPMPTSP Provinsi Banten di Hotel DoubleTree, Kota Tangerang Selatan, Senin (12/10/2026).

Mengapa Gen Z Sulit Menabung? Ketika Inflasi dan Suku Bunga Memengaruhi Keputusan Keuangan
Artikel Selanjutnya

Mengapa Gen Z Sulit Menabung? Ketika Inflasi dan Suku Bunga Memengaruhi Keputusan Keuangan

Diterbitkan: 12 Oktober 2026, 21:39 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Mengapa Gen Z Sulit Menabung? Ketika Inflasi dan Suku Bunga Memengaruhi Keputusan Keuangan

Konten dari Pengguna Opini Jumat, 9 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Ketika The Fed Menaikkan Bunga, Rupiah Tak Boleh Sekadar Menunggu

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Inflasi Terkendali, Dompet Tetap Tertekan: Mengapa Angka Rata-rata Tidak Cukup?

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14:05 WIB

DPRD Setujui APBD Perubahan 2026, Andra Soni Fokus Kejar Target RPJMD

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 15:09 WIB

Rupiah Anjlok per Hari Ini, Dolar AS Makin Perkasa

Konten Redaksi Senin, 28 September 2026 | 16:42 WIB

Notaris Jember Ungkap Aspek Hukum Pendirian PT oleh Pasangan Suami Istri

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 27 September 2026 | 20:48 WIB

Dimyati: Banten Punya Modal Kuat Jadi Pusat Industri Halal

Konten Redaksi Jumat, 25 September 2026 | 16:34 WIB

Dari Biang Sabun Jadi Cuan, Siswa Belajar Produksi hingga Pemasaran Sabun Cuci Piring

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 15:38 WIB

Pemprov Banten Dorong Pemerataan Ekonomi Digital

Konten Redaksi Kamis, 24 September 2026 | 06:08 WIB