Deli Serdang — Literasi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan seseorang dalam memahami dan mengolah berbagai informasi yang ada di lingkungan sekitarnya.
Seiring perkembangan zaman, konsep literasi semakin luas. Anak-anak tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca, tetapi juga perlu diberikan kesempatan untuk mengenal teknologi, memahami lingkungan, mengenal budaya, mengembangkan rasa ingin tahu, serta memperoleh pengalaman belajar melalui kegiatan yang menarik dan dekat dengan kehidupan mereka.
Dalam pengembangan literasi, keberadaan ruang belajar di tengah masyarakat menjadi bagian yang penting. Proses pendidikan tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Masyarakat juga dapat menciptakan ruang belajar yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pengetahuan melalui kegiatan yang santai, kreatif, dan menyenangkan.
Salah satu bentuk ruang belajar tersebut adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Keberadaan TBM tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca atau menyediakan bahan bacaan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk berkumpul, berdiskusi, bermain, belajar, dan mengembangkan berbagai kemampuan anak.
Salah satu gerakan literasi yang tumbuh dari masyarakat adalah TBM MaBaR (Mari Baca Bersama) yang berada di Gg. Galas, Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Komunitas ini berdiri pada Juni 2024 atas inisiatif Ibu Nurhatanti bersama suaminya. Gagasan tersebut berawal dari keinginan untuk memanfaatkan buku-buku cerita milik anak-anak mereka yang sudah tidak digunakan. Daripada hanya tersimpan, buku-buku tersebut kemudian dibuka untuk dimanfaatkan oleh anak-anak lain di lingkungan sekitar.
Dari kepedulian sederhana itu, lahirlah sebuah ruang baca yang kemudian berkembang menjadi tempat berbagai kegiatan edukatif bagi anak-anak.
Hal menarik dari TBM MaBaR bukan terletak pada seberapa besar tempat atau lengkapnya fasilitas yang dimiliki, melainkan pada semangat dan kreativitas dalam mengembangkan kegiatan literasi. Aktivitas yang dilakukan tidak hanya berpusat pada membaca nyaring, tetapi juga mencakup matematika, permainan, eksperimen sains, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.