Jumat, 9 Oktober 2026

Mengapa Gen Z Sulit Menabung? Ketika Inflasi dan Suku Bunga Memengaruhi Keputusan Keuangan

BAGIKAN:
Mengapa Gen Z Sulit Menabung? Ketika Inflasi dan Suku Bunga...
0
Mengapa Gen Z Sulit Menabung? Ketika Inflasi dan Suku Bunga Memengaruhi Keputusan Keuangan
Dokumentasi Pribadi Syasya Anasaskia Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta

Menabung menjadi salah satu tantangan keuangan yang dihadapi Gen Z. Di tengah kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat, menyisihkan uang untuk ditabung sering kali bukanlah hal yang mudah. Uang yang kita punya perlu digunakan untuk berbagai macam keperluan, seperti untuk membeli makanan, membayar transportasi, biaya pendidikan, pulsa dan internet, serta untuk hiburan. Akibatnya, setelah berbagai kebutuhan sudah terpenuhi, uang yang tersisa untuk ditabung semakin sedikit.

Tantangan tersebut juga muncul di tengah keseharian Gen Z yang semakin dekat dengan teknologi digital. Berbagai kebutuhan dan pembayaran kini dapat dilakukan dengan mudah melalui layanan digital dan fintech. Dalam tinjauan terhadap 42 penelitian, Majidin (2025) menunjukkan bahwa perkembangan digital dan fintech turut memengaruhi perilaku keuangan Gen Z. Kemudahan tersebut memang membuat transaksi menjadi lebih praktis, tetapi juga dapat mendorong konsumsi impulsif dan penggunaan kredit digital. Artinya, kemudahan dalam menggunakan uang tidak selalu diikuti dengan kemampuan mengelolanya secara bijak.

Namun, apakah sulitnya Gen Z menabung hanya disebabkan oleh cara mengelola keuangan? Atau ada kondisi ekonomi yang turut membuat uang semakin sulit disisihkan?

Mengapa Uang Terasa Cepat Habis?

Salah satu alasan uang terasa cepat habis adalah naiknya harga berbagai barang kebutuhan. Situasi ini berkaitan dengan inflasi, yaitu kenaikan tingkat harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus. Ketika harga barang kebutuhan meningkat tetapi penghasilan tidak meningkat dengan proporsi yang setara, uang yang ada harus digunakan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan harian. Imbasnya, porsi uang yang bisa disimpan untuk tabungan menjadi semakin sedikit.

20261009-090247.webp
Gambar 1. Perkembangan Inflasi Indonesia, September 2026Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada September 2026 sebesar 3,28% secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,30%. Angka 3,28% tersebut merupakan inflasi umum berdasarkan perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK), sehingga bukan berarti seluruh barang dan jasa mengalami kenaikan harga sebesar 3,28%.

Bagi Gen Z, kenaikan harga tersebut dapat membuat anggaran yang sebelumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan tertentu menjadi lebih terbatas. Ketika pengeluaran untuk kebutuhan utama mengambil porsi lebih besar dari pendapatan, ruang untuk menyisihkan uang pun ikut tertekan.

Apakah Hanya Inflasi yang Menekan Tabungan?

Ketika The Fed Menaikkan Bunga, Rupiah Tak Boleh Sekadar Menunggu
Artikel Selanjutnya

Ketika The Fed Menaikkan Bunga, Rupiah Tak Boleh Sekadar Menunggu

Kontributor: Ghefira Lia
Diterbitkan: 9 Oktober 2026, 09:16 WIB · Diperbarui: 9 Oktober 2026, 12:27 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Mengapa Gen Z Sulit Menabung? Ketika Inflasi dan Suku Bunga Memengaruhi Keputusan Keuangan

Konten dari Pengguna Opini Jumat, 9 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Ketika The Fed Menaikkan Bunga, Rupiah Tak Boleh Sekadar Menunggu

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Inflasi Terkendali, Dompet Tetap Tertekan: Mengapa Angka Rata-rata Tidak Cukup?

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14:05 WIB

DPRD Setujui APBD Perubahan 2026, Andra Soni Fokus Kejar Target RPJMD

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 15:09 WIB

Rupiah Anjlok per Hari Ini, Dolar AS Makin Perkasa

Konten Redaksi Senin, 28 September 2026 | 16:42 WIB

Notaris Jember Ungkap Aspek Hukum Pendirian PT oleh Pasangan Suami Istri

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 27 September 2026 | 20:48 WIB

Dimyati: Banten Punya Modal Kuat Jadi Pusat Industri Halal

Konten Redaksi Jumat, 25 September 2026 | 16:34 WIB

Dari Biang Sabun Jadi Cuan, Siswa Belajar Produksi hingga Pemasaran Sabun Cuci Piring

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 15:38 WIB

Pemprov Banten Dorong Pemerataan Ekonomi Digital

Konten Redaksi Kamis, 24 September 2026 | 06:08 WIB

KKN Tematik Wasesa Unimus Dampingi 676 Warga Kalicari Manfaatkan Layanan Administrasi Kependudukan Digital

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 19 September 2026 | 09:49 WIB