Tanjung Lesung Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Berkelas Internasional
Dalam forum tersebut, Dimyati juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Direktur PT Banten West Java selaku pengelola KEK Tanjung Lesung, Poernomo Siswoprasetijo, dan Direktur PT Bro Skydive Indonesia, Fanny Kusuma Dewi.
Kesepakatan tersebut berkaitan dengan pengembangan destinasi dan fasilitas terjun payung (skydiving) berstandar internasional di KEK Tanjung Lesung. Fasilitas itu ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026.
Dimyati meyakini pengembangan wisata petualangan tersebut dapat memperkuat daya tarik Tanjung Lesung sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor pariwisata.
Potensi tersebut juga diharapkan semakin berkembang seiring rencana penyelesaian akses Jalan Tol Serang–Panimbang yang ditargetkan rampung pada 2027.
“Ini akan mempermudah aksesibilitas masyarakat yang akan berkunjung ke KEK Tanjung Lesung. Apalagi, nantinya akan ada bandara perintis dan dermaga. Oleh karena itu, saya menginstruksikan Kepala DPMPTSP untuk terus berkoordinasi dengan BKPM terkait berbagai peluang investasi yang bisa ditarik ke Banten,” jelasnya.
Pemprov Banten berharap pengembangan akses transportasi dan fasilitas pendukung dapat meningkatkan konektivitas menuju kawasan wisata, memperpanjang lama kunjungan wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Investasi Sektor Kesehatan Tembus Rp12,7 Triliun