Distrikbantennews.com- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi sorotan pada perdagangan awal pekan ini. Pada Senin, 28 September 2026, mata uang Garuda terpantau bergerak di zona merah sejak pembukaan pasar spot pagi hari.
Melansir dari data perdagangan menunjukkan rupiah dibuka melemah 37 poin atau setara 0,21 persen.
Pelemahan ini membawa posisi rupiah berada di level Rp 17.940 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB, berbalik arah dari penguatan tipis di penutupan akhir pekan lalu.
Mengutip data yang sama, pada hari Jumat 26 September 2026 rupiah sempat ditutup menguat 13 poin ke level Rp 17.903. Namun sentimen global yang berubah cepat membuat penguatan tersebut tidak bertahan lama dan kembali tergerus pada Senin pagi.
Kurs referensi resmi dari Bank Indonesia melalui JISDOR hari ini berada di level Rp 17.917 per dolar AS. Angka tersebut menjadi acuan utama untuk transaksi keuangan dan pencatatan laporan perusahaan, dengan data live TradingView mencatat level Rp 17.912 per dolar AS.
Melansir dari laman http://kurs.web.id, angka yang lebih tinggi justru terlihat di perbankan nasional. Kurs tengah Bank Mega hari ini tercatat di Rp 17.980, sementara Bank CIMB Niaga di Rp 17.981,5 dan Bank BCA di kisaran Rp 17.960. Perbedaan ini wajar karena setiap bank memiliki kebijakan margin beli dan jual masing-masing.
Perbedaan kurs JISDOR, kurs tengah, dan kurs jual-beli bank sering menimbulkan kebingungan. Kurs JISDOR adalah kurs acuan BI, sedangkan kurs yang tertera di money changer dan aplikasi mobile banking adalah kurs transaksi yang sudah ditambah biaya layanan.
Analis menilai pelemahan rupiah tidak lepas dari penguatan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS atau DXY terpantau naik ke level 101,15, yang merupakan level tertinggi dalam dua bulan terakhir, seiring meningkatnya permintaan terhadap aset aman, melansir MarketScreener (28/9/26).