MUNTILAN - Siswa kelas XII PM 2 SMK Abdi Negara Muntilan mengembangkan keterampilan kewirausahaan melalui praktik pembuatan sabun cuci piring dalam mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK). Kamis, (24/09).
Praktik tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk mengolah bahan dasar menjadi produk yang memiliki manfaat dan memiliki nilai jual.
Dalam prosesnya, siswa memanfaatkan biang sabun sebagai bahan dasar untuk menghasilkan sabun cuci piring. Keterlibatan secara langsung dalam proses produksi memberikan pengalaman mengenai bagaimana suatu bahan dapat diolah menjadi produk yang siap digunakan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk menerapkan kreativitas dan keterampilan yang telah diperoleh dalam pembelajaran.
Setelah proses produksi selesai, siswa melanjutkan pengembangan produk dengan menentukan nama produk dan membuat logo. Pemeberian identitas tersebut dilakukan untuk memberikan ciri khas pada produk sekaligus memperkenalkannya kepada calon konsumen.
Melalui tahap ini, siswa tidak hanya berfokus pada pembuatan barang, tetapi juga mulai memahami pentingnya identitas dan tampilan dalam pengembangan suatu produk.

Produk sabun cuci piring yang telah dibuat selanjutnya akan dipasarkan kepada guru dan karyawan SMK Abdi Negara Muntilan. Pemasaran dilakukan sebagai bentuk penerapan pembelajaran kewirausahaan secara langsung, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman dalam memperkenalkan produk, berkomunikasi dengan calon konsumen, dan melakukan transaksi sederhana.
Rangkain kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa mengenai tahap dasar dalam pengembangan usaha, mulai dari menghasilkan produk, membangun identitas, hingga memasarkannya. Selain keterampilan produksi, siswa turut mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan proes tersebut.
Melalui praktik ini, pembelajaran KIK menjadi lebih konstektual karena siswa dapat melihat secara langsung proses mengubah ide dan keterampilan menjadi produk yang dapat digunakan serta memiliki potensi ekonomi. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mengenali peluang usaha dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja maupun kegiatan kewirausahaan di masa mendatang.