Dalam pertemuan dengan INAGI, turut dibahas arah kebijakan dan target pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), termasuk komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission pada 2050–2060.
Target pengembangan EBT juga tercantum dalam RUPTL 2025–2035 dengan porsi yang disebut mencapai 70–75 persen.
Selain itu, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 GW dan penambahan kapasitas pembangkit panas bumi sebesar 5,2 GW menjadi bagian dari arah pengembangan energi terbarukan nasional.
Potensi Geothermal Indonesia Sangat Besar
Ari menjelaskan, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, yakni sekitar 27–30 GW dan termasuk salah satu yang terbesar di dunia.
Namun, potensi tersebut hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Pemanfaatan panas bumi disebut masih berada di kisaran 2,2 persen dari total potensi yang tersedia.
Menurut Ari, kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang investasi sekaligus ruang bagi pengembangan teknologi dan industri pendukung panas bumi di Indonesia.
Untuk mempercepat pemanfaatan potensi tersebut, diperlukan penyederhanaan regulasi dan peningkatan kepastian investasi.