Kapolres Sidrap menegaskan bahwa kehadiran kepolisian tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam situasi tertentu, polisi juga berupaya memberikan manfaat secara langsung, termasuk membantu masyarakat yang terdampak persoalan lingkungan dan kekeringan.
Upaya tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ketahanan pangan menjadi perhatian bersama. Ketika petani menghadapi ancaman gagal panen, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh pemilik sawah, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap ketersediaan pangan masyarakat.
Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Selatan Kompol Dr. Ramli mengatakan pengerahan kendaraan AWC merupakan bentuk kepedulian Brimob terhadap masyarakat, khususnya para petani yang membutuhkan pasokan air.
Kolaborasi juga menjadi kunci dalam penanganan kondisi tersebut. Bantuan penyediaan air dilakukan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Sidrap, Polres Sidrap, dan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Selatan.
Pengerahan AWC tidak berhenti pada satu atau dua kali pendistribusian. Kendaraan tersebut direncanakan tetap disiagakan selama beberapa pekan ke depan. Distribusi air akan dilakukan secara berkala untuk membantu memenuhi kebutuhan tanaman padi hingga masa panen tiba.
Langkah ini menjadi angin segar bagi petani yang sebelumnya dihantui kekhawatiran melihat sawah mereka mulai kekurangan air.
Di tengah musim kemarau yang membuat sumber-sumber air semakin terbatas, kehadiran kendaraan water cannon di tengah hamparan sawah juga memperlihatkan sisi lain tugas kepolisian. Kendaraan yang biasanya digunakan dalam situasi pengamanan kini dimanfaatkan untuk misi kemanusiaan dan membantu mempertahankan produktivitas pertanian.
Bagi para petani, setiap pasokan air sangat berarti. Tanaman yang telah dirawat selama berbulan-bulan membutuhkan air yang cukup agar dapat bertahan hingga masa panen.