Selasa, 29 September 2026

Pantura Makin Genting, Prabowo Perintahkan Giant Sea Wall Segera Dibangun

BAGIKAN:
Pantura Makin Genting, Prabowo Perintahkan Giant Sea Wall Se...
0
Pantura Makin Genting, Prabowo Perintahkan Giant Sea Wall Segera Dibangun

Presiden Prabowo sebelumnya juga telah menyatakan bahwa proyek Giant Sea Wall merupakan pekerjaan besar yang harus dimulai meskipun penyelesaiannya dapat berlangsung lintas pemerintahan.

Pemerintah bahkan membuka peluang keterlibatan investor dari berbagai negara. Namun, pembangunan tersebut ditegaskan tidak boleh sepenuhnya bergantung pada investasi asing. Pemerintah menyatakan akan mengambil bagian dalam pembiayaan proyek dan tetap mendorong pembangunan menggunakan kemampuan nasional.

Bukan Sekadar Tanggul

Konsep Giant Sea Wall yang dikembangkan pemerintah tidak berhenti pada pembangunan tembok raksasa di laut. Infrastruktur tersebut dirancang sebagai sistem perlindungan kawasan pesisir yang terintegrasi dengan pengendalian banjir, pengelolaan air, perlindungan lingkungan dan pengembangan kawasan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono sebelumnya menjelaskan bahwa proyek tersebut harus dipandang sebagai sistem adaptasi terhadap perubahan iklim, bukan hanya konstruksi fisik.

Pemerintah juga melihat adanya peluang ekonomi di balik pembangunan Giant Sea Wall. Kawasan yang terlindungi diharapkan dapat menjadi lokasi tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, sekaligus memberikan kepastian bagi kegiatan industri dan investasi.

Pada Mei 2026, pemerintah menyampaikan bahwa pembangunan Giant Sea Wall tidak hanya diarahkan untuk melindungi Pantura, tetapi juga berpotensi menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah saat itu tengah menyempurnakan master plan dengan mempertimbangkan titik-titik yang dapat dikembangkan menjadi kawasan ekonomi.

Artinya, proyek ini membawa dua agenda besar sekaligus. Pertama, menyelamatkan kawasan Pantura dari ancaman banjir rob dan perubahan iklim. Kedua, memastikan kawasan tersebut tetap menjadi salah satu mesin utama perekonomian nasional.

Kekeringan Meluas, 72 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Tak Bisa Dipanen
Artikel Selanjutnya

Kekeringan Meluas, 72 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Tak Bisa Dipanen

Diterbitkan: 14 Agustus 2026, 20:28 WIB · Diperbarui: 14 Agustus 2026, 20:28 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

RAZIA GABUNGAN DIGELAR, LAPAS SERANG PERKUAT KEAMANAN DAN KETERTIBAN

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 23 September 2026 | 08:58 WIB

Pesan Kapolda Banten di UKW PWI: Kritis, Akurat dan Berpegang pada Etika

Konten Redaksi Selasa, 22 September 2026 | 20:45 WIB

Ketahanan Pangan Jadi Perhatian, Pemprov Banten Gandeng Akademisi dan Peneliti

Konten Redaksi Senin, 21 September 2026 | 18:22 WIB

Wagub Banten Minta BPKP Kawal APBD dari Hulu hingga Hilir

Konten Redaksi Senin, 21 September 2026 | 18:19 WIB

Banten Naik Dua Peringkat, Sabet Posisi 7 MTQ Nasional XXXI

Konten Redaksi Minggu, 20 September 2026 | 15:15 WIB

Pagi-Pagi, Lapas Serang Bagi Sarapan Gratis!

Konten dari Pengguna Siaran Pers Sabtu, 19 September 2026 | 17:26 WIB

Balai Silat PTBI Diresmikan, Kapolri Dorong Budaya Banten Mendunia

Konten Redaksi Sabtu, 19 September 2026 | 13:55 WIB

Pendapatan Banten Turun Rp363,91 Miliar, Belanja Dipangkas Rp414,74 Miliar

Konten Redaksi Sabtu, 19 September 2026 | 13:50 WIB

Pencarian 8 Korban Arupadhatu I Berakhir, Andra Soni: Harapan Belum Terputus

Konten Redaksi Sabtu, 19 September 2026 | 13:48 WIB

Pencarian Delapan Korban Berakhir, Andra Soni: Pendampingan Tetap Berlanjut

Konten Redaksi Kamis, 17 September 2026 | 23:02 WIB