Jumat, 14 Agustus 2026
Login Kirim Tulisan

Pantura Makin Genting, Prabowo Perintahkan Giant Sea Wall Segera Dibangun

BAGIKAN:
Pantura Makin Genting, Prabowo Perintahkan Giant Sea Wall Se...
0
Pantura Makin Genting, Prabowo Perintahkan Giant Sea Wall Segera Dibangun
Iklan

Melindungi Jutaan Warga

Kawasan Pantura Jawa selama ini dikenal sebagai salah satu koridor ekonomi terpenting di Indonesia. Banyak kawasan industri, permukiman, pelabuhan, pusat perdagangan dan jaringan transportasi berada di sepanjang wilayah tersebut.

Karena itu, ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah tidak dapat dipandang sebagai persoalan lingkungan semata. Dampaknya berpotensi merembet ke sektor ekonomi dan kehidupan masyarakat secara luas.

Pemerintah sebelumnya menyebut pembangunan tahap awal akan memberi perhatian terhadap sejumlah wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi, termasuk Jakarta dan beberapa wilayah pesisir Jawa Tengah seperti Semarang, Pekalongan dan Brebes.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga harus memperhitungkan kondisi setiap wilayah. Tidak semua kawasan Pantura memiliki karakteristik geografis, sosial maupun ekonomi yang sama.

Karena itu, pembangunan perlu dilakukan berdasarkan kajian masing-masing segmen. Pemerintah sebelumnya telah melakukan pendalaman terhadap sejumlah segmen Pantura untuk mengetahui kondisi kawasan, aktivitas masyarakat serta kebutuhan mitigasi yang berbeda-beda.

Proyek Jangka Panjang

Besarnya proyek Giant Sea Wall membuat pemerintah harus menyiapkan strategi pembiayaan dan pelaksanaan dalam jangka panjang.

Iklan
Kekeringan Meluas, 72 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Tak Bisa Dipanen
Artikel Selanjutnya

Kekeringan Meluas, 72 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Tak Bisa Dipanen

Iklan
Iklan
Penulis: Yustinus Agus
Diterbitkan: 14 Agustus 2026, 20:28 WIB · Diperbarui: 14 Agustus 2026, 20:28 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Maaf, Adblocker Terdeteksi

Iklan adalah sumber pendapatan kami untuk menyajikan berita berkualitas. Mohon nonaktifkan Adblocker Anda, lalu muat ulang halaman.