Jumat, 3 Juli 2026
Login Kirim Tulisan
Konten dari Pengguna

Program Iqra di Lapas Bandanaira Wujudkan Pembinaan Warga Binaan yang Humanis dan Edukatif

BAGIKAN:
Program Iqra di Lapas Bandanaira Wujudkan Pembinaan Warga Bi...
0
Program Iqra di Lapas Bandanaira Wujudkan Pembinaan Warga Binaan yang Humanis dan Edukatif
Iklan

‎Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan melalui berbagai program edukatif dan religius. Salah satu upaya yang kini rutin dilaksanakan ialah Program Pembelajaran Iqra sebagai sarana penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus pembinaan mental spiritual bagi Warga Binaan, Kamis (7/5).

‎Kegiatan yang berlangsung di Musala At-Taubah Lapas Bandanaira tersebut diikuti oleh Warga Binaan dengan penuh antusias. Program belajar Iqra difokuskan bagi Warga Binaan yang masih berada pada tahap dasar dalam mengenal huruf hijaiyah dan membaca Al-Qur’an. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan metode sederhana, interaktif, dan menyesuaikan kemampuan masing-masing peserta.

‎Pelaksana Harian Kepala Lapas Bandanaira, Amier Azan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk karakter Warga Binaan menjadi pribadi yang lebih baik, religius, dan memiliki semangat perubahan diri selama menjalani masa pidana.

‎"Program belajar Iqra ini tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi media pembinaan mental dan spiritual agar Warga Binaan memiliki bekal moral serta kepribadian yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.

‎Ia menambahkan bahwa pembinaan berbasis keagamaan memiliki peran penting dalam menciptakan suasana pembinaan yang humanis dan kondusif di dalam Lapas. Melalui pendekatan spiritual, diharapkan Warga Binaan dapat meningkatkan kesadaran diri, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

‎Program pembelajaran Iqra tersebut juga mendapat dukungan dari peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang turut terlibat dalam proses pendampingan belajar. Salah satu peserta magang, Lelasari Nurhadi, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap semangat belajar dan perubahan perilaku Warga Binaan.

‎"Melalui kegiatan ini kami melihat antusiasme Warga Binaan cukup tinggi dalam belajar membaca Al-Qur’an. Program ini menjadi bukti bahwa Lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan karakter yang lebih baik," ungkapnya.

‎Sementara itu, salah satu Warga Binaan, Adi, mengaku merasa terbantu dan termotivasi dengan adanya program belajar Iqra yang dilaksanakan secara rutin di dalam Lapas.

‎"Saya merasa senang karena di sini kami diberi kesempatan belajar mengaji dari dasar. Awalnya saya belum mengenal dan melafalkan  huruf hijaiyah dengan baik, tetapi sekarang sudah mulai bisa membaca perlahan. Semoga ilmu ini bisa menjadi bekal yang baik untuk kehidupan saya ke depan," tuturnya.

‎Melalui kegiatan ini, Lapas Bandanaira mendorong terwujudnya lingkungan Pemasyarakatan yang lebih humanis, edukatif, dan bermakna bagi Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan. (Humas/LT) 

Iklan
APBDt triliunan, Kenapa angka putus sekolah di banten masih tinggi?
Artikel Selanjutnya

APBDt triliunan, Kenapa angka putus sekolah di banten masih tinggi?

Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi distrikbantennews.com.
Iklan
Iklan
Kontributor: Humas Bandanaira
Diterbitkan: 7 Mei 2026, 08:52 WIB · Diperbarui: 8 Mei 2026, 11:25 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Maaf, Adblocker Terdeteksi

Iklan adalah sumber pendapatan kami untuk menyajikan berita berkualitas. Mohon nonaktifkan Adblocker Anda, lalu muat ulang halaman.