DISTRIKBANTENNEWS.COM, Madiun - Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Madiun menggelar asesmen bagi Warga Binaan yang ditempatkan di straf cell. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (2/4/2026)sebagai bagian dari komitmen pembinaan.
Asesmen tersebut bertujuan untuk menentukan kelayakan Warga Binaan kembali ke kamar hunian. Selain itu, asesmen juga bisa memperpanjang masa penempatan mereka di straf cell.
Pelaksanaan asesmen dilakukan di ruang Bimbingan Narapidana dan Anak Didik . Petugas terkait memantau langsung proses penilaian ini.
Proses asesmen dilakukan secara objektif dan menyeluruh. Berbagai aspek perilaku serta perubahan sikap Warga Binaan selama di straf cell menjadi pertimbangan utama.
Petugas mengevaluasi tingkat kedisiplinan dan kepatuhan Warga Binaan terhadap aturan. Kesiapan mereka untuk kembali berbaur dengan penghuni lain juga dinilai.
Asesmen ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas. Kepala Seksi Binadik, Setyawan Nugroho Endiyanto, menyampaikan bahwa asesmen ini merupakan langkah strategis dalam pembinaan berkelanjutan.
“Melalui asesmen ini, kami dapat menilai secara objektif perkembangan perilaku Warga Binaan. Harapannya, mereka yang sudah menunjukkan perubahan positif dapat kembali ke kamar hunian dan mengikuti program pembinaan dengan baik,” ujar Setyawan Nugroho Endiyanto.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjalankan pembinaan secara profesional dan humanis.
“Penempatan di straf cell bukan semata-mata hukuman, tetapi bagian dari proses pembinaan. Oleh karena itu, evaluasi seperti ini penting agar setiap keputusan yang diambil benar-benar tepat dan adil. Melalui kegiatan asesmen ini, diharapkan tercipta lingkungan lapas yang kondusif serta mampu mendorong Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri dan kembali menjadi pribadi yang lebih baik,” tutup Wahyu Susetyo.
***