DISTRIKBANTENNEWS.COM, Bandar Lampung - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung tetap menunjukkan semangat produktivitas. Mereka aktif membuat kerajinan Sulam Tapis bernilai tinggi pada Sabtu (28/3/2026)di area bimbingan kerja.
Aktivitas ini berlangsung di akhir pekan, bahkan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Keterampilan para perajin merupakan hasil pelatihan komprehensif dari Akademi Passai.
Melalui Akademi Passai, warga binaan dibekali keahlian praktis yang berorientasi pada kemandirian ekonomi. Kegiatan merajut benang emas menjadi mahakarya khas daerah ini terus berjalan konsisten.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Medi Oktafiansyah, memantau langsung proses produksi kerajinan tersebut. Ia memastikan semua program pembinaan kemandirian akan terus didukung.
Dukungan dan fasilitas maksimal akan diberikan, khususnya untuk program Usaha Mikro Kecil dan Menengah . Ini merupakan bentuk komitmen pelayanan pembinaan dari institusi.
"Kami pastikan program Usaha Mikro Kecil dan Menengah unggulan seperti pembuatan Sulam Tapis ini selalu hadir dan berkelanjutan," ujar Medi Oktafiansyah.
"Tujuan utama kami adalah membina warga binaan agar memiliki keterampilan terapan yang bernilai ekonomi, sehingga kelak mereka dapat kembali dan menjadi pribadi yang berguna untuk masyarakat luas," tambah Medi.
Medi Oktafiansyah juga menegaskan, melalui konsistensi pembinaan di Akademi Passai, Lapas Kelas I Bandar Lampung terus bertransformasi menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang produktif.
"Karya Sulam Tapis yang dihasilkan tidak hanya melestarikan budaya lokal. Namun juga menjadi bekal hidup yang sangat berharga bagi masa depan warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat," tutup Medi Oktafiansyah.
***