JAKARTA — Pengalaman dalam menyelenggarakan pemilu dinilai penting untuk diwariskan kepada generasi penerus agar mereka memahami demokrasi tidak hanya dari teori, tetapi juga dari proses dan pengalaman para pelaku kepemiluan.
Pesan tersebut mengemuka saat Anggota KPU Provinsi Jawa Barat, Aneu Nursifah, hadir dalam Forum Nasional yang digelar Presidium Pelajar Nasional (PPN) di Jakarta, Jumat malam (25/9/2026).
Forum bertajuk “Mengawal RUU Pemilu, Memperkuat Partisipasi Generasi Muda, dan Menatap Demokrasi 2029” itu mempertemukan para Sekretaris Jenderal organisasi pelajar tingkat nasional dengan sejumlah perspektif mengenai kepemiluan dan partisipasi generasi muda.
Di hadapan peserta, Aneu membagikan pengalamannya selama menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu, khususnya dalam bidang hukum dan pengawasan kepemiluan.
Aneu merupakan Anggota KPU Provinsi Jawa Barat periode 2024–2028 dan dipercaya mengemban tugas sebagai Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan. Dalam kapasitas tersebut, ia terlibat dalam berbagai agenda terkait penguatan hukum kepemiluan, pengawasan, tata kelola kelembagaan, hingga evaluasi penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada.
Dalam dialog bersama pelajar, Aneu menekankan pentingnya generasi muda membekali diri dengan pengetahuan mengenai demokrasi dan kepemiluan. Menurutnya, pelajar bukan sekadar generasi yang nantinya menggunakan hak pilih, tetapi juga memiliki peluang untuk mengambil berbagai peran dalam kehidupan demokrasi.
Ia pun mendorong para pelajar membangun kebiasaan membaca, memperluas wawasan, memahami aturan, serta menjaga integritas dalam setiap ruang pengabdian yang dipilih.
“Kalau ingin terlibat dalam demokrasi, maka harus dibekali dengan pengetahuan. Pahami aturannya, banyak membaca, dan jangan pernah meninggalkan integritas,” ujar Aneu.