Selasa, 18 Agustus 2026
Login Kirim Tulisan

Efisiensi APBN Terhambat, Program Makan Gratis Jadi Sorotan

BAGIKAN:
Efisiensi APBN Terhambat, Program Makan Gratis Jadi Sorotan
0
Efisiensi APBN Terhambat, Program Makan Gratis Jadi Sorotan
Pengamat kebijakan publik Haidar Alwi menjelaskan bahwa efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar Rp205 triliun memiliki konsekuensi politik. (Dok. Ist)
Iklan

Dengan pemotongan sekitar 15–20 persen melalui perjalanan dinas, rapat, dan biaya administratif, sisa ruang efisiensi realistis berada pada kisaran Rp50–80 triliun.

Kedua, belanja infrastruktur melalui Kementerian PUPR yang total anggarannya mencapai sekitar Rp118,5 triliun.

Menunda proyek non-mendesak sebesar 25–30 persen dapat mencapai efisiensi Rp30–40 triliun.

Ketiga, belanja pertahanan. Kementerian Pertahanan memiliki anggaran sekitar Rp187,1 triliun, termasuk Rp83,4 triliun untuk modernisasi alutsista.

Moratorium parsial pada belanja non-operasional sebesar 10–13 persen masih memungkinkan penghematan Rp20–25 triliun. Keempat, belanja kepolisian.

Anggaran Polri mencapai sekitar Rp145,1 triliun. Rasionalisasi pada pengadaan alat dan fasilitas non-esensial sebesar 10–14 persen dapat menghasilkan efisiensi Rp15–20 triliun.

Kelima, duplikasi program lintas kementerian seperti pelatihan vokasi, riset, dan pemberdayaan ekonomi. Estimasi nilainya Rp150–200 triliun.

Konsolidasi sebagian program dapat menghemat 10–15 persen atau Rp15–25 triliun. Keenam, lembaga koordinatif dan badan non-produktif dengan anggaran sekitar Rp50–70 triliun.

Iklan
Prabowo: Indonesia Bisa Keluar dari BoP Jika Tak Untungkan Nasional dan Palestina
Artikel Selanjutnya

Prabowo: Indonesia Bisa Keluar dari BoP Jika Tak Untungkan Nasional dan Palestina

Iklan
Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 20 Maret 2026, 13:54 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB
Sumber: Rilis

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini