DISTRIKBANTENNEWS.COM, Bantul - Guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dari MTs Negeri 4 Bantul mengikuti kegiatan In House Training di MTs Negeri 2 Bantul. Pelatihan ini berfokus pada penyusunan modul ajar IPS yang berbasis cinta dan mendalam.
Kegiatan IHT tersebut merupakan implementasi Keputusan Menteri Agama Nomor 1503 Tahun 2023. Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPS MTs Kabupaten Bantul menyelenggarakan pelatihan ini pada Rabu lalu (11/2/2026).
Tujuan utama IHT adalah meningkatkan kompetensi guru IPS MTs dalam menyusun modul ajar. Modul ajar yang disusun diharapkan tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif peserta didik.
Modul tersebut juga bertujuan menanamkan nilai-nilai cinta, kepedulian, serta pembelajaran yang bermakna dan mendalam. sejalan dengan semangat Kurikulum Madrasah yang berlaku saat ini.
Ketua MGMP IPS MTs Kabupaten Bantul, Drs. Sumarna, M.A., secara resmi membuka kegiatan IHT.
Ia menekankan pentingnya peran guru IPS dalam membangun karakter peserta didik. Pembangunan karakter tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran yang humanis dan kontekstual.
Sebagai narasumber, hadir Bapak Suhadi, S.Pd., M.Pd., yang menjabat sebagai Pengawas Pendidikan Agama Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Beliau menjelaskan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) secara komprehensif.
Bapak Suhadi juga memaparkan cara mengintegrasikan nilai cinta dalam modul ajar IPS. Narasumber turut memberikan pendampingan teknis kepada para peserta.
Pendampingan ini bertujuan membantu guru menyusun modul ajar yang selaras dengan capaian pembelajaran. Modul juga harus sesuai dengan karakteristik peserta didik madrasah.
"Melalui in house training ini, saya berharap guru-guru IPS MTs mampu menyusun modul ajar yang tidak hanya memenuhi tuntutan administrasi kurikulum," ujar Drs.
Sumarna, M.A.
"Tetapi juga menghadirkan pembelajaran yang penuh makna, menumbuhkan rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan, lingkungan, dan nilai-nilai kebangsaan sesuai dengan ruh KMA 1503,” tutupnya.
***