Pengalaman langsung yang diperolehnya saat mengunjungi Jepang pada tanggal 08 Oktober 2024 lalu menjadi contoh nyata tentang bagaimana pendidikan usia dini dapat mengedepankan nilai-nilai kemandirian dan mengurangi ketergantungan pada gadget. Menurut Bu Hj, prinsip edukasi yang menekankan kemandirian dan keberanian sudah mulai diterapkan secara konsisten di negara Sakura tersebut.
“saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana guru PAUD di Jepang melatih anak-anak usia dini untuk melakukan aktivitas yang mengasah kemandirian mereka. Salah satu contohnya adalah saat mereka mengajak anak-anak menyeberang jalan dengan menggunakan ikatan tali. Anak-anak berjalan bergandengan melalui tali tersebut, sambil bernyanyi dan bergembira, dengan dibimbing oleh guru yang berada di depan dan belakang barisan,” cerita Bu Hj dengan semangat.
Melalui pengalaman tersebut, Bu Hj berharap bahwa sistem pendidikan usia dini di Indonesia dapat lebih banyak mengedepankan pengembangan kemandirian dan keberanian anak-anak, bukan hanya fokus pada pencapaian kemampuan akademik semata.
“mari kita sama-sama meningkatkan kesadaran bersama tentang fungsi sebenarnya dari pendidikan anak usia dini – yaitu membentuk dasar yang kuat bagi perkembangan holistik anak, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya dengan harapan yang tinggi.
Perayaan HUT PAUD dan HIMPAUDI tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan berkontribusi dalam membangun sistem pendidikan usia dini yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak di era digital saat ini. ***