Rabu, 8 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Puskesmas Pagedangan dan SPPG Kecamatan Pagedangan Bersinergi Wujudkan Program Makan Bergizi Optimal

BAGIKAN:
Puskesmas Pagedangan dan SPPG Kecamatan Pagedangan Bersinerg...
0
Puskesmas Pagedangan dan SPPG Kecamatan Pagedangan Bersinergi Wujudkan Program Makan Bergizi Optimal
Iklan

Dalam setiap sesi koordinasi, dibangun suasana diskusi yang terbuka dan solutif. Jika ditemukan kendala seperti keterlambatan distribusi, variasi menu yang kurang, atau kendala penyimpanan makanan, tim segera merumuskan langkah perbaikan.

Misalnya, dengan memperkuat komunikasi dengan penyedia makanan, memberikan pelatihan sederhana tentang keamanan pangan bagi pengelola sekolah, atau menyusun jadwal monitoring yang lebih intensif. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap masalah ditangani sejak dini, sebelum berdampak pada kualitas program.

Aspek edukasi menjadi bagian yang tidak pernah dilupakan. Puskesmas Pagedangan memanfaatkan momentum program MBG untuk memberikan penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pentingnya sarapan bergizi, cuci tangan pakai sabun, dan membatasi jajanan tinggi gula, garam, serta lemak.

Anak-anak diajak memahami bahwa makan bergizi bukan hanya karena program, tetapi sebagai kebiasaan yang perlu diterapkan setiap hari. Orang tua dan guru pun diberikan materi sederhana agar mampu menjadi teladan dan pengawas gizi bagi anak di rumah dan di sekolah.

Melalui koordinasi ini, lahir pula kesadaran kolektif bahwa gizi yang baik berpengaruh langsung pada masa depan bangsa. Anak yang cukup gizi cenderung lebih aktif, fokus belajar, memiliki daya tahan tubuh lebih kuat, dan berpeluang tumbuh menjadi generasi produktif.

Inilah alasan mengapa program MBG Presiden diprioritaskan: ia bukan sekadar bantuan makanan, melainkan investasi jangka panjang pada kualitas manusia Indonesia.

Selain memantau asupan gizi, tim juga melakukan skrining kesehatan sederhana—mengukur tinggi badan, berat badan, dan status gizi anak menggunakan standar antropometri. Hasilnya dicatat dalam sistem pencatatan gizi puskesmas untuk memantau tren stunting, underweight, maupun obesitas.

Jika ditemukan anak dengan risiko gizi kurang atau kondisi khusus, puskesmas segera memberi konseling gizi kepada orang tua, merujuk bila perlu, serta melakukan kunjungan tindak lanjut. Dengan cara ini, program MBG menjadi lebih terarah dan berdampak nyata.

Iklan
Majalah INTAN Hadir, Wujud Komitmen Dinkes Tangerang Wujudkan Masyarakat Sehat
Artikel Selanjutnya

Majalah INTAN Hadir, Wujud Komitmen Dinkes Tangerang Wujudkan Masyarakat Sehat

Iklan
Iklan
Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 30 Desember 2025, 13:23 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini