Rabu, 19 Agustus 2026
Login Kirim Tulisan

Pemkot Tangsel Gelar Pra-Musrenbang Tematik Stunting, Sekda Bambang Tegaskan Komitmen

BAGIKAN:
Pemkot Tangsel Gelar Pra-Musrenbang Tematik Stunting, Sekda...
0
Pemkot Tangsel Gelar Pra-Musrenbang Tematik Stunting, Sekda Bambang Tegaskan Komitmen
Sekretaris Daerah Bambang Noertjahjo menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam Pra-Musrenbang Tematik Stunting untuk menurunkan angka stunting. (Dok. Ist)
Iklan

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Tangerang Selatan - Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar Pra-Musrenbang Tematik Stunting pada Rabu (1/4/2026). Acara ini bertujuan mengevaluasi dan memperkuat sinergi multisektor dalam penanganan serta pencegahan stunting.

Sekretaris Daerah Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo, menegaskan komitmen Pemkot Tangsel untuk terus menurunkan angka stunting setiap tahun. Ia menyebut sinergi lintas sektor dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting dalam upaya ini.

Pra-Musrenbang Tematik Stunting ini diselenggarakan oleh Bappelitbangda Kota Tangsel di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel. Bambang membuka langsung kegiatan tersebut.

"Hari ini kita bisa berkumpul kembali dalam rangka menyatukan visi dan misi serta menyamakan frekuensi untuk melakukan pembahasan dan perencanaan Pra-Musrenbang dengan tematik stunting,” ujar Bambang.

Bambang menuturkan, target penurunan angka stunting di Kota Tangsel cukup tinggi. Targetnya sekitar 7,54 persen pada tahun 2026 dan 7,05 persen pada tahun 2027.

Ia menambahkan, penanganan dan pencegahan stunting merupakan program prioritas Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan. Program ini tertuang dalam rencana pembangunan Kota Tangsel.

“Di Pra-Musrenbang inilah yang saya harapkan ada keterbukaan dan evaluasi yang objektif, sehingga target yang tadi disampaikan menjadi rasional dan bisa kita capai," tutur Bambang.

"Ini pasti akan menjadi salah satu program prioritas yang harus berjalan dan harus mencapai target,” lanjutnya. Bambang juga menekankan pentingnya penurunan dan pencegahan stunting dilakukan sedini mungkin.

Hal ini untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan. Untuk mencapai target tersebut, Bambang menegaskan bahwa beban penanganan tidak bisa hanya dibebankan kepada kader posyandu.

Kader posyandu selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat. Menurutnya, komunikasi lintas sektor antara koordinator di lapangan dengan dinas teknis penanganan stunting harus berjalan lancar.

“Saya berharap pola komunikasi dan koordinasi ini benar-benar dapat tercipta di dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Tangerang Selatan,” tutup Bambang.

***

Iklan
Pangdam IV/Diponegoro Resmikan Jembatan Gantung Bantaragung di Pemalang
Artikel Selanjutnya

Pangdam IV/Diponegoro Resmikan Jembatan Gantung Bantaragung di Pemalang

Iklan
Iklan
Penulis: Ahmadi
Diterbitkan: 1 April 2026, 21:12 WIB
Sumber: Rilis

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini