Jumat, 2 Oktober 2026

Kostrat Rayakan Ulang Tahun Pertama dengan Berbagai Kegiatan Sosial dan Budaya: Fokus pada Penghapusan Stigma dan Pelestarian Seni Sumbagsel

BAGIKAN:
Kostrat Rayakan Ulang Tahun Pertama dengan Berbagai Kegiatan...
0
Kostrat Rayakan Ulang Tahun Pertama dengan Berbagai Kegiatan Sosial dan Budaya: Fokus pada Penghapusan Stigma dan Pelestarian Seni Sumbagsel

Dalam upaya melestarikan seni dan budaya Sumbagsel, Kostrat selalu menampilkan tarian dan musik tradisional pada setiap kegiatan. Pada acara hari jadi yang pertama, mereka menampilkan musik Dol dari Bengkulu.

Musik Dol, yang biasa dimainkan dalam acara budaya Tabot, mirip dengan rampak beduk di Sunda namun dengan atraksi berputar sambil memegang gendang besar. "Kami sengaja menampilkan musik Dol untuk memperkenalkan kekayaan budaya kami kepada masyarakat Banten dan anggota Kostrat dari provinsi lain," jelas Hannibal.

Selain musik Dol, mereka juga menampilkan tarian dan silat dari suku Sumendo. Kostrat memiliki padepokan di Bogor dan berencana mendirikan padepokan baru di Banten untuk mendukung pelestarian budaya.

"Kami ingin memastikan bahwa seni dan budaya Sumbagsel tetap eksis dan terjaga dengan baik," tambah Hannibal.

Di sisi kesejahteraan anggota, Kostrat sedang menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Yayasan Maritim Pembangunan, untuk memberikan kemudahan pendidikan bagi anak-anak anggota. "Kami berupaya meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pendidikan agar anak-anak anggota bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan membawa kesejahteraan bagi keluarganya," kata Hannibal.

Kostrat juga merencanakan kerja sama dengan Kemenkumham, khususnya Bapas Ciangir, Kabupaten Tangerang untuk mendirikan griya bipaya.

Griya ini akan menjadi tempat pembinaan bagi narapidana yang sudah bebas dengan jalur pembebasan bersyarat, di mana mereka akan belajar keterampilan seperti pembuatan pupuk dan budidaya hidroponik.

"Kami berharap keterampilan ini bisa membantu mereka untuk kembali ke masyarakat dan menghidupi keluarganya," ungkap Hannibal.

Krisis Sampah Kabupaten Serang: DPRD Desak Solusi Cepat dengan Pandeglang
Artikel Selanjutnya

Krisis Sampah Kabupaten Serang: DPRD Desak Solusi Cepat dengan Pandeglang

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 29 Juli 2024, 23:40 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Pendidikan Harus Mengedepankan Keteladanan, Bukan Tekanan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 5 Mei 2026 | 14:18 WIB

Freestyle Viral Bukan Ukuran Kehebatan Anak Zaman Sekarang

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 5 Mei 2026 | 12:08 WIB

Hari Pendidikan Nasional dan Tanggung Jawab Kita Menjaga Masa Depan Bangsa

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:01 WIB

Jeritan Anak di Balik Dinding Daycare

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 28 April 2026 | 19:18 WIB

Ikan Sapu-Sapu dan Ironi Kepedulian Manusia terhadap Alam

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 28 April 2026 | 16:25 WIB

Saat Guru Bertarung demi Masa Depan Bangsa

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 26 April 2026 | 14:09 WIB

Harmoni Multikultural di Era Digital: Dinamika Keberagaman Masyarakat Palangka Raya

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 24 April 2026 | 20:13 WIB

Dari Kelas ke Peradaban: Jejak Guru dalam Membangun Bangsa

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 24 April 2026 | 18:16 WIB

Memisahkan Anggaran, Mengorbankan Kesejahteraan?

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 23 April 2026 | 10:18 WIB

Peran Guru dalam Mencerdaskan Generasi Bangsa Namun Jasanya Kerap Terlupa

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 23 April 2026 | 08:19 WIB