BerandaBerita UtamaKomnas Perlindungan Anak Banten Kecam Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Tangerang...

Komnas Perlindungan Anak Banten Kecam Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Tangerang Selatan

SERANG – Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten mengekspresikan keprihatinan dan kecaman atas insiden tragis yang menimpa seorang anak berusia 5 tahun di Kota Tangerang Selatan yang diduga dilecehkan secara seksual oleh ibu kandungnya sendiri yang berusia 22 tahun.

Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah hukum yang diambil oleh penegak hukum dalam memberikan konsekuensi hukum kepada terduga pelaku.

“Insiden ini adalah situasi yang sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan tindakan cepat untuk melindungi kepentingan terbaik anak,” kata Hendry Gunawan, Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten, dalam pernyataannya pada Selasa, (4/6/2024).

Organisasi ini, bersama dengan berbagai lembaga lain, akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan perlindungan anak tersebut.

“Dalam hal pendampingan dan advokasi, kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memberikan dukungan emosional dan bantuan hukum kepada korban dan keluarganya. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa hak-hak korban dihormati selama proses hukum berlangsung,” ujarnya.

“Prioritas utama kami adalah perlindungan fisik dan psikologis korban. Kami akan memastikan pemisahan korban dari pelaku dan menempatkannya di tempat yang aman untuk menjamin keselamatannya,” tambah Gunawan.

Selain itu, Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten juga akan terus meningkatkan upaya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya melindungi anak-anak dari kekerasan dan pelecehan.

“Pencegahan harus dilakukan secara kolektif melalui kampanye, seminar, dan pelatihan agar orang tua, guru, dan masyarakat dapat mengenali gejala-gejala kekerasan dan melaporkannya dengan tepat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti faktor-faktor seperti tekanan ekonomi yang dapat memicu stres dan ketegangan dalam keluarga, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi perilaku pelaku.

Menurutnya, penting bagi semua pihak untuk memahami bahwa kekerasan terhadap anak dapat dipicu oleh ketidakstabilan ekonomi, dan faktor ini harus menjadi perhatian dalam upaya pencegahan.

Baca Juga:  Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama Buddha

“Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan semua pihak dalam melindungi anak-anak dan memastikan bahwa hak-hak mereka dihormati dan dilindungi,” tutupnya.

(red)

- Advertisment -

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments