Sabtu, 3 Oktober 2026

Kopi Gunung Karang: Kilometer 0 Kopi Banten dan Harapan Baru Industri Perkopian Global

BAGIKAN:
Kopi Gunung Karang: Kilometer 0 Kopi Banten dan Harapan Baru...
0
Kopi Gunung Karang: Kilometer 0 Kopi Banten dan Harapan Baru Industri Perkopian Global

SERANG - Setelah meliput beberapa sumber mengenai Kopi Gunung Karang, kami mendatangi Kantor Dinas Pertanian Provinsi Banten pada Rabu, 15 Mei 2024. Kepala Dinas, Agus M Tauchid, menyambut kedatangan kami dengan senyum cerah.

Tak lama kemudian, beberapa cangkir kopi tersaji di hadapan kami, dan inilah yang ingin kami gali.

Agus M Tauchid memaparkan tentang Imah Kopi Gunung Karang yang digadang-gadang membawa optimisme baru untuk bisa bersaing di dunia industri perkopian global.

Menurutnya, penentuan lokus budidaya kopi berbasis pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Juhut-Pandeglang bukan sembarang pilih. Inilah titik KM 0 Kopi Banten.

Kopi Gunung Karang: Kilometer 0 Kopi Banten dan Harapan Baru Industri Perkopian Global
Kopi Lawang Taji Gunung Karang: Menyajikan Pengalaman Kopi yang Menghubungkan Anda dengan Alam. ©DBN/Mardiana

"Jika ditarik dari sejarah, kopi Banten dimulai sejak pra-kemerdekaan Indonesia, sejak masa Kesultanan Banten. Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, VOC mulai memperkenalkan rempah-rempah. Awalnya itu kan di Banten, transitnya di pelabuhan Karangantu, begitu juga dengan kopi," kata Agus.

Agus juga menjelaskan bahwa lokasi pertama pembudidayaan kopi itu di Gunung Karang, oleh karenanya sering disebut sebagai kilometer 0 Kopi. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa pohon kopi robusta yang berusia lebih dari satu abad.

Kendati pada perjalanannya di masa penjajahan VOC, Kopi Robusta Gunung Karang sempat ditinggalkan, namun bukan berarti gagal. Pasar pada waktu itu lebih memihak Kopi Arabika, sedangkan Gunung Karang di ketinggian lebih dari 1000 MDPL yang merupakan habitat kopi Arabika bisa hidup subur masih belum terbuka oleh ekspansi manusia seperti saat ini.

Kopi Gunung Karang: Kilometer 0 Kopi Banten dan Harapan Baru Industri Perkopian Global
KOPI HATE Robusta: Kopi Premium Warisan Leluhur dari Beberapa Daerah di Indonesia, Siap Membangkitkan Semangat Anda. ©DBN/Mardiana

Kali ini, harapan itu kembali dipupuk melalui program kolaborasi antara Pemerintah (Dinas Pertanian Provinsi Banten) sebagai pemilik lahan, Pengusaha (Bank Indonesia Perwakilan Banten) yang memiliki modal melalui dana CSR, NGO yang punya peran pendukung, juga Masyarakat sebagai pelaksana. Sahdan memunculkan produk-produk kopi terbaik yang disajikan di Imah Kopi.

Kepala Sekolah sebagai Pionir Inovasi: Membangun Jiwa Kewirausahaan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan
Artikel Selanjutnya

Kepala Sekolah sebagai Pionir Inovasi: Membangun Jiwa Kewirausahaan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 16 Mei 2024, 13:08 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Bangun Jiwa Technopreneur, Mahasiswa PK Terapkan Pembelajaran Berbasis Proyek di SMK Sawunggalih

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 01:29 WIB

Lapas Bandanaira Manfaatkan Lahan SAE untuk Dorong Kemandirian Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 22 September 2026 | 19:26 WIB

Rabin Pendekar Golok Tjiomas: Kisah Komik dan Jejak Sejarah Jawara Tangerang

Konten dari Pengguna Opini Senin, 21 September 2026 | 03:24 WIB

Menolak Lupa: Rentetan Peristiwa Kelam dalam Sejarah Indonesia di Bulan September

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 20 September 2026 | 16:05 WIB

Perampasan Aset Dari Tindak Pidana Korupsi (TPK)

Konten Redaksi Rabu, 9 September 2026 | 18:45 WIB

Ketika Politik Terlalu Ramai di Media Sosial, Apakah Rakyat Masih Menjadi Prioritas?

Konten dari Pengguna Opini Senin, 7 September 2026 | 13:10 WIB

Penyematan Kenaikan Pangkat, Lapas Bandanaira Dorong Profesionalisme dan Kinerja Petugas

Konten dari Pengguna Siaran Pers Senin, 7 September 2026 | 10:12 WIB

Jangan Membenci Bangsa Hanya Karena Ulah Penguasanya

Konten dari Pengguna Opini Senin, 17 Agustus 2026 | 20:01 WIB