Sabtu, 26 September 2026

Mahasiswa PK UNY Dorong Pendidikan Berkualitas melalui Pembelajaran Inklusif bagi Siswa dengan Aktivitas Tinggi di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo

BAGIKAN:
Mahasiswa PK UNY Dorong Pendidikan Berkualitas melalui Pembe...
0
Mahasiswa PK UNY Dorong Pendidikan Berkualitas melalui Pembelajaran Inklusif bagi Siswa dengan Aktivitas Tinggi di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo
Sumber: Dokumentasi Pribadi Milik Hera Ester Mulyani

Purworejo - Mewujudkan pendidikan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan pencapaian nilai akademik siswa, tetapi juga bagaimana sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, inklusif, dan memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk berkembang. Hal tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 atau Quality Education, yang menargetkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi semua.

Salah satu tantangan yang dapat ditemui dalam proses pembelajaran adalah adanya siswa yang memiliki tingkat aktivitas yang tinggi di kelas. Siswa dapat terlihat sering bergerak, berbicara dengan teman, sulit mempertahankan perhatian dalam waktu lama, atau lebih cepat merasa bosan ketika pembelajaran berlangsung secara monoton. Kondisi tersebut dapat memengaruhi konsentrasi siswa yang bersangkutan maupun suasana belajar di kelas.

Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya langsung dipandang sebagai kenakalan. Setiap siswa memiliki karakteristik, kebutuhan, dan cara belajar yang berbeda. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam menciptakan strategi pembelajaran yang dapat mengakomodasi keberagaman tersebut.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan pembelajaran yang lebih aktif dan melibatkan siswa secara langsung. Guru dapat mengombinasikan kegiatan diskusi kelompok, permainan edukatif, praktik, presentasi, proyek, maupun aktivitas yang memungkinkan siswa bergerak dan berinteraksi secara positif.

Misalnya, dalam pembelajaran kewirausahaan, guru dapat memberikan proyek kepada siswa untuk mengidentifikasi permasalahan di lingkungan sekitar kemudian mengubahnya menjadi sebuah ide bisnis. Dengan kegiatan tersebut, siswa tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan, tetapi juga melakukan pengamatan, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan menghasilkan karya.Pendekatan semacam ini dapat membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa terlibat langsung dalam proses memperoleh pengetahuan.

Siswa yang memiliki aktivitas tinggi juga dapat memiliki potensi berupa keberanian berkomunikasi, antusiasme, spontanitas, dan energi yang besar. Potensi tersebut dapat diarahkan melalui aktivitas yang terstruktur.

Guru dapat memberikan tanggung jawab sederhana, seperti menjadi ketua kelompok, penyaji hasil diskusi, pembawa alat pembelajaran, atau anggota yang bertugas menyampaikan hasil pengamatan. Dengan demikian, energi siswa dapat disalurkan ke kegiatan yang mendukung proses pembelajaran.

Pendekatan tersebut juga sejalan dengan tujuan SDG 4 yang tidak hanya berfokus pada akses pendidikan, tetapi juga pada terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan efektif. 

Lepas Kontingen PPSN Banten, Wagub Dimyati Minta Santri Bangun Networking Nusantara
Artikel Selanjutnya

Lepas Kontingen PPSN Banten, Wagub Dimyati Minta Santri Bangun Networking Nusantara

Kontributor: Ghefira Lia
Diterbitkan: 25 September 2026, 17:33 WIB · Diperbarui: 25 September 2026, 17:52 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Cegah Bullying Sejak Dini, Polsek Carenang Edukasi Siswa SDN Binuang

Konten Redaksi Kamis, 24 September 2026 | 18:23 WIB

Dari Biang Sabun Jadi Cuan, Siswa Belajar Produksi hingga Pemasaran Sabun Cuci Piring

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 15:38 WIB

Edukasi Wudhu di Tengah Kemarau Ajarkan Siswa Bijak Menggunakan Air

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 07:38 WIB

Bangun Jiwa Technopreneur, Mahasiswa PK Terapkan Pembelajaran Berbasis Proyek di SMK Sawunggalih

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 01:29 WIB

Menanamkan Nasionalisme Sejak Dini, RA Ar-Raudhotun Nur Gelar Pengibaran Bendera Merah Putih

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 22 September 2026 | 05:04 WIB

Evaluasi Program MIRUN, MIS Ar-Raudhotun Nur Bangun Kesadaran Siswa Peduli Lingkungan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 22 September 2026 | 01:29 WIB

Kandungan Gizi Terbuka, MBG di MIS Ar-Raudhotun Nur Beri Rasa Aman bagi Penerima Manfaat

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB