Setelah memahami bagaimana inflasi dapat mengurangi kemampuan untuk menabung, mungkin kita akan bertanya-tanya, apakah inflasi adalah satu-satunya hal yang memengaruhi jumlah tabungan? Secara umum, kita cenderung berpikir "harga meningkat, tabungan menurun." Walaupun demikian, hubungan antara inflasi dan tabungan tidak selalu sejalan seperti itu.
Hal ini terlihat dalam penelitian Pratiwi dan Rozani (2024) yang menganalisis pengaruh suku bunga, jumlah uang beredar, inflasi, dan pendapatan per kapita terhadap jumlah tabungan di Indonesia menggunakan data tahunan 1990–2020. Menariknya, penelitian tersebut menemukan bahwa inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah tabungan dalam model yang digunakan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan inflasi tidak otomatis diikuti oleh penurunan jumlah tabungan. Hubungan keduanya dapat berjalan lebih kompleks karena jumlah tabungan juga berkaitan dengan kondisi ekonomi lainnya, termasuk pendapatan, suku bunga, dan jumlah uang beredar yang turut dianalisis dalam penelitian tersebut.
Selain Inflasi, Bagaimana Suku Bunga Memengaruhi Keputusan Menabung?
Setelah melihat bahwa hubungan inflasi dan tabungan tidak sesederhana “harga naik, tabungan turun”, ada faktor lain yang perlu diperhatikan, yaitu suku bunga. Suku bunga merupakan salah satu instrumen dalam kebijakan moneter yang dapat memengaruhi keputusan masyarakat dalam menggunakan uang. Perubahan suku bunga dapat memengaruhi keputusan untuk menabung, melakukan konsumsi, maupun meminjam, karena suku bunga juga berkaitan dengan imbal hasil dari simpanan dan biaya yang harus ditanggung ketika meminjam uang. Meilani dkk. (2026) menjelaskan bahwa perubahan suku bunga memiliki keterkaitan dengan konsumsi, investasi, tabungan, kredit, serta jumlah uang beredar.

Dalam konteks Indonesia, BI-Rate berada di 5,75% pada September 2026. Angka ini menunjukkan tingkat suku bunga kebijakan yang dapat memengaruhi bunga simpanan dan pinjaman di perbankan. Ketika suku bunga meningkat, menabung dapat menjadi lebih menarik karena imbal hasil simpanan berpotensi meningkat, sementara biaya pinjaman juga menjadi lebih tinggi. Namun, hal ini tidak otomatis membuat seseorang lebih banyak menabung. Bagi Gen Z, keputusan tersebut tetap bergantung pada kondisi pendapatan, kebutuhan, dan kebiasaan konsumsi. Jadi, meskipun suku bunga dapat menjadi dorongan untuk menabung, tingginya kebutuhan sehari-hari dan pola konsumsi tetap dapat membuat Gen Z sulit menyisihkan uang.
Menabung atau Memenuhi Kebutuhan Sekarang?
Pada akhirnya, setiap orang harus menentukan bagaimana uang yang dimilikinya digunakan apakah memenuhi kebutuhan sekarang atau disimpan untuk kebutuhan di masa depan. Dalam konsep money demand, masyarakat memegang uang karena uang tersebut dibutuhkan untuk melakukan transaksi dan memenuhi berbagai keperluan. Ini juga berlaku bagi Gen Z. Pendapatan yang mereka miliki harus dialokasikan untuk makanan, transportasi, pendidikan, kebutuhan digital, hingga hiburan. Semakin besar proporsi pendapatan yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan saat ini, semakin sedikit pula uang yang tersisa untuk ditabung. Oleh karena itu, keputusan untuk menabung sebenarnya tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan cara seseorang mengatur uang antara pengeluaran saat ini dan kebutuhan yang akan datang.
Penutup
Menabung pada dasarnya bukan hanya persoalan apakah seseorang mampu menahan keinginan untuk berbelanja. Ada faktor ekonomi yang juga memengaruhi seberapa banyak uang yang bisa disisihkan dari pendapatan. Inflasi dapat memengaruhi kemampuan membeli, sedangkan perubahan suku bunga bisa memengaruhi keputusan untuk menyimpan atau membelanjakan uang. Selain itu, pendapatan, kebutuhan sehari-hari, dan cara seseorang dalam mengelola uang juga menentukan seberapa besar jumlah yang dapat ditabung. Bagi Gen Z, memahami kondisi moneter menjadi penting karena perubahan ekonomi bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Perubahan harga, suku bunga, hingga kondisi pendapatan pada akhirnya dapat memengaruhi pilihan keuangan sehari-hari, yaitu menggunakan uang sekarang atau menyimpannya untuk nanti.