SERANG — Pemerintah Provinsi Banten mendorong penguatan ketahanan pangan melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, peneliti, petani, dunia usaha, masyarakat, hingga media. Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan Banten sebagai salah satu daerah lumbung pangan.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar upaya membangun kemandirian pangan tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Hal itu disampaikan Dimyati saat menghadiri Food Security Symposium 2026 yang diinisiasi Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Aston Serang, Curug, Kota Serang, Senin (21/9/2026).
Dimyati mengapresiasi penyelenggaraan simposium tersebut. Menurutnya, forum ilmiah seperti ini dapat menjadi ruang untuk bertukar gagasan sekaligus menghasilkan referensi yang dapat digunakan dalam penyusunan kebijakan di bidang pangan.
“Kegiatan ini sangat baik sebagai wadah diskusi untuk menghasilkan referensi bagi pemerintah, petani, masyarakat, pemangku kepentingan industri, dan juga media guna membangun kolaborasi yang konstruktif,” ungkap Dimyati.
Ia berharap hasil diskusi dalam Food Security Symposium 2026 tidak berhenti pada forum akademik, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan sektor pangan di Banten.
Menurutnya, kemandirian pangan merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak untuk mewujudkannya.
“Tujuannya agar tercipta kemandirian pangan dan Banten dapat menjadi lumbung pangan demi kesejahteraan masyarakat. Itu kunci utamanya,” tambahnya.