Dimyati menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pembangunan pangan, khususnya melalui riset, inovasi dan pengembangan teknologi yang dapat diterapkan di lapangan.
Untirta Dorong Penguatan Riset Ketahanan Pangan
Sementara itu, Rektor Untirta Prof. Fatah Sulaiman mengatakan Food Security Symposium 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat riset dan pengembangan pengetahuan di bidang ketahanan pangan.
Menurut Fatah, kegiatan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Saya kira kegiatan ini selaras dengan program Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan yang juga menjadi program prioritas pemerintah pusat,” katanya.
Food Security Symposium 2026 digelar secara hibrida dengan melibatkan sekitar 180 peserta. Peserta berasal dari kalangan dosen, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.
Di antaranya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Universitas Andalas, Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Aisyah Jakarta.
Melalui forum tersebut, penguatan riset diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan inovasi yang mendukung pembangunan sektor pangan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti dan masyarakat.