SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan komitmennya mendukung Gerakan Irigasi Bersih yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Gerakan tersebut juga menjadi upaya nyata memastikan saluran irigasi tetap berfungsi optimal dalam mengairi ribuan hektare lahan pertanian serta mengurangi risiko banjir akibat saluran yang tersumbat.
Komitmen itu disampaikan Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Budi Santoso, saat menghadiri Pencanangan Gerakan Irigasi Bersih di Saluran Daerah Irigasi Ciujung Primer Barat BPB 28, Jalan Raya Kasemen, Desa Kasunyatan, Kota Serang, Jumat (7/8/2026).
Menurut Budi, keberhasilan menjaga saluran irigasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota, serta dukungan penuh dari masyarakat.
"Gerakan ini merupakan bentuk sinergi seluruh elemen pemerintahan bersama masyarakat dalam menjaga saluran irigasi agar tetap berfungsi optimal untuk mengairi lahan pertanian," ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu agenda utama pembangunan.
Budi juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten terus menunjukkan keseriusannya dalam melindungi lahan pertanian produktif. Hal itu dibuktikan melalui usulan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) kepada pemerintah pusat.
Dalam usulan tersebut, Gubernur Banten Andra Soni mengajukan Lahan Baku Sawah (LBS) seluas sekitar 195,8 ribu hektare serta Lahan Sawah Dilindungi (LSD) untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan di Provinsi Banten.
Selain perlindungan lahan, pembangunan infrastruktur irigasi juga terus menjadi perhatian pemerintah. Berbagai proyek peningkatan jaringan irigasi yang dilakukan pada tahun ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan para petani.