Mahasiswa PK UNY Dorong Pendidikan Berkualitas melalui Pembelajaran Inklusif bagi Siswa dengan Aktivitas Tinggi di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo
Penanganan permasalahan aktivitas siswa di kelas juga membutuhkan kerja sama. Guru dapat melakukan pengamatan terhadap pola perilaku siswa dan berkomunikasi dengan wali kelas maupun orang tua untuk memahami kebutuhan belajar siswa.
Pendekatan yang dilakukan sebaiknya tidak berupa pemberian label atau hukuman semata, tetapi melalui pemahaman terhadap kebutuhan siswa dan penyesuaian strategi pembelajaran. Jika terdapat kekhawatiran mengenai perkembangan atau perhatian seorang siswa, sekolah dapat melibatkan tenaga profesional yang sesuai untuk memperoleh pendampingan yang tepat.
Pendidikan berkualitas berarti memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk belajar dan berkembang sesuai potensinya. Perbedaan karakter siswa bukan semata-mata hambatan, tetapi juga bagian dari keberagaman yang perlu dikelola dalam lingkungan pendidikan.
Melalui pembelajaran yang aktif, kreatif, inklusif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik, tantangan berupa siswa dengan aktivitas tinggi di kelas dapat dikelola secara lebih positif. Upaya tersebut menjadi bagian kecil namun penting dalam mewujudkan SDG 4: Quality Education, yaitu pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta lingkungan belajar yang efektif bagi semua.
Dengan demikian, pendidikan berkualitas bukan berarti membuat semua siswa belajar dengan cara yang sama, tetapi memastikan setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan cara yang memungkinkan mereka berkembang secara optimal.
Inisiasi Oleh: Hera Ester Mulyani, Mahasiswa PK UNY 2026, Program Studi Pendidikan Ekonomi.
Artikel ini merupakan karya pengguna yang dikirim melalui platform Distrik Banten News dan telah melalui proses moderasi. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.