Ikuti Kami
Rabu, 23 September 2026 Versi Web
Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan

Kandungan Gizi Terbuka, MBG di MIS Ar-Raudhotun Nur Beri Rasa Aman bagi Penerima Manfaat

Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya
Garut, 22 September 2026 — MIS Ar-Raudhotun Nur terus menerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG Garut Bayongbong 02 Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah Bayongbong. Pendistribusian MBG menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran di madrasah. Tidak hanya siswa, para guru dan tenaga pendidik di MIS Ar-Raudhotun Nur juga turut menerima manfaat program tersebut. Dalam pelaksanaannya, keterbukaan informasi mengenai kandungan gizi pada setiap sajian menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dari pihak madrasah.

Keterbukaan tersebut terlihat dari adanya informasi kandungan gizi yang ditempel pada setiap wadah ompreng makanan yang diterima oleh penerima manfaat. Informasi tersebut memberikan gambaran mengenai nilai gizi yang terdapat dalam sajian MBG pada hari tersebut. Kandungan yang dicantumkan antara lain protein, lemak, karbohidrat, serat, serta vitamin. Adanya informasi tersebut memberikan kemudahan bagi pihak madrasah untuk mengetahui komposisi gizi makanan yang dikonsumsi siswa maupun guru. Kejelasan informasi juga membuat proses penerimaan dan pemanfaatan MBG dapat dilakukan dengan lebih tenang karena penerima manfaat mendapatkan informasi yang jelas mengenai sajian yang mereka konsumsi.

Menurut Insan Faisal Ibrahim, S.Pd., Gr. selaku PIC Madrasah, keterbukaan yang diberikan oleh SPPG menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG di lingkungan madrasah. Informasi kandungan gizi yang tersedia setiap hari memberikan pengetahuan tambahan bagi guru sekaligus membantu pihak madrasah dalam memantau pemanfaatan makanan yang diterima. “Saat ini SPPG dengan sigap memberikan keterbukaan perihal kandungan gizi di setiap harinya. Informasi yang ditempel pada wadah makanan sangat membantu kami untuk mengetahui kandungan gizi dari sajian yang diterima oleh siswa dan guru,” ujar Insan.

Insan menambahkan bahwa penerima manfaat MBG di madrasah tidak hanya berasal dari kalangan siswa. Guru juga mendapatkan makanan sehingga informasi mengenai kandungan gizi menjadi penting untuk diketahui oleh seluruh penerima manfaat. Menurutnya, keberadaan informasi tersebut menunjukkan bahwa program tidak hanya berbicara mengenai pemberian makanan, tetapi juga memberikan edukasi sederhana mengenai pentingnya memperhatikan asupan gizi. “Bukan hanya siswa yang menerima manfaat, tetapi guru juga mendapatkan penerimaan manfaat MBG. Karena itu, informasi tentang kandungan gizi menjadi penting bagi kami. Guru juga bisa mendapatkan pengetahuan mengenai protein, lemak, karbohidrat, serat, dan vitamin yang terdapat dalam sajian,” lanjutnya.

Keterbukaan informasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses membangun kesadaran warga madrasah mengenai pentingnya makanan bergizi. Siswa dapat dikenalkan bahwa makanan yang mereka konsumsi memiliki kandungan dan manfaat yang berbeda-beda bagi tubuh. Dengan pendampingan guru, informasi tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Guru dapat mengajak siswa memahami bahwa makanan bukan sekadar untuk menghilangkan rasa lapar, tetapi juga berperan dalam menunjang kesehatan dan aktivitas selama mengikuti pembelajaran.

Dari sisi penyelenggara, SPPG Garut Bayongbong 02 Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah Bayongbong juga memberikan perhatian terhadap ketepatan pendistribusian dan waktu konsumsi makanan. Ari Rizki Fauzi, S.Kom. selaku Kepala SPPG menyampaikan bahwa proses pendistribusian harus dilakukan secara tepat sasaran sehingga makanan yang telah disiapkan dapat diterima oleh penerima manfaat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Pendistribusian MBG harus tepat sasaran dan dikonsumsi sesuai dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Hal ini penting agar makanan dapat dikonsumsi dalam kondisi yang sesuai dan kandungan gizinya tetap terjaga,” tegas Ari.

Menurut Ari, ketepatan waktu dalam mengonsumsi makanan yang telah didistribusikan merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas sajian. Oleh sebab itu, pihak penerima manfaat di madrasah diharapkan dapat mengikuti arahan yang telah diberikan oleh SPPG. Koordinasi antara SPPG dan pihak madrasah menjadi penting agar proses penerimaan, pembagian, hingga konsumsi MBG dapat berlangsung secara tertib. Dengan adanya koordinasi tersebut, makanan yang telah dipersiapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa, guru, dan penerima manfaat lainnya.

Pelaksanaan MBG di MIS Ar-Raudhotun Nur juga membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah. Guru memiliki peran dalam mengarahkan siswa agar menerima dan mengonsumsi makanan dengan tertib. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan sebelum dan sesudah makan. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dari makanan yang dikonsumsi, tetapi juga dari tumbuhnya kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Keberadaan informasi kandungan gizi pada setiap sajian juga memberikan nilai edukatif bagi lingkungan madrasah. Ketika siswa melihat informasi mengenai protein, lemak, karbohidrat, serat, dan vitamin, mereka secara tidak langsung mulai diperkenalkan dengan berbagai unsur yang dibutuhkan oleh tubuh. Guru dapat memanfaatkan momen tersebut sebagai penguatan pembelajaran mengenai pola hidup sehat dan pentingnya memilih makanan yang memiliki kandungan gizi yang seimbang.

MIS Ar-Raudhotun Nur menyambut baik keterbukaan informasi yang diberikan oleh SPPG Garut Bayongbong 02 Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah Bayongbong. Kejelasan informasi mengenai kandungan gizi, ketepatan sasaran penerima, serta arahan mengenai batas waktu konsumsi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan MBG di lingkungan madrasah. Melalui koordinasi yang baik antara SPPG dan pihak madrasah, program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat secara optimal bagi seluruh penerima.

Dengan adanya pelaksanaan MBG yang disertai keterbukaan informasi, warga MIS Ar-Raudhotun Nur tidak hanya menerima makanan, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya kandungan gizi dalam makanan. Program tersebut menjadi salah satu pengalaman nyata bagi siswa untuk mengenal pola hidup sehat sejak berada di lingkungan pendidikan. Sementara bagi guru, informasi kandungan gizi menjadi pengetahuan tambahan yang dapat mendukung pendampingan kepada siswa. Dengan pemanfaatan yang tepat dan konsumsi sesuai waktu yang telah ditentukan, MBG diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi proses tumbuh, belajar, dan beraktivitas seluruh penerima manfaat di MIS Ar-Raudhotun Nur.
Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB
Tentang Kiriman Ini

Artikel ini merupakan karya pengguna yang dikirim melalui platform Distrik Banten News dan telah melalui proses moderasi. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.

Artikel Selanjutnya

Polres Serang Bekali 150 Pelajar SMKN 1 Kragilan Cara Aman dan Bijak Gunakan AI

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Kandungan Gizi Terbuka, MBG di MIS Ar-Raudhotun Nur Beri Rasa Aman bagi Penerima Manfaat

Bagikan artikel ini melalui