Ikuti Kami
Kamis, 24 September 2026 Versi Web
Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan

Edukasi Wudhu di Tengah Kemarau Ajarkan Siswa Bijak Menggunakan Air

Kamis, 24 September 2026 | 07:38 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

GARUT, 23 September 2026 — Pembiasaan hidup hemat dan peduli terhadap lingkungan terus ditanamkan kepada siswa MIS Ar-Raudhotun Nur, termasuk dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari. Di tengah pelaksanaan pembelajaran Full Day, para siswa melaksanakan salat Zuhur secara berjamaah di lingkungan madrasah. Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi guru untuk memberikan penguatan tentang tata cara berwudhu yang benar sekaligus mengajarkan pentingnya menggunakan air secara bijak.

 

Salah satu edukasi tersebut diberikan oleh Ai Nia Rahma, S.Pd., guru MIS Ar-Raudhotun Nur, yang memberikan pendampingan kepada siswa mengenai tata cara berwudhu dengan menggunakan air secukupnya. Edukasi ini tidak hanya diarahkan agar siswa memahami tahapan berwudhu secara tertib, tetapi juga membangun kesadaran bahwa air merupakan sumber daya yang harus digunakan dengan penuh tanggung jawab.

 

Terlebih, kondisi musim kemarau panjang membuat ketersediaan air di sejumlah tempat menjadi lebih terbatas sehingga penggunaan air secara bijaksana perlu menjadi bagian dari kebiasaan siswa.

 

Dalam kegiatan tersebut, Ai Nia memperlihatkan secara langsung bagaimana mengambil air untuk berwudhu tanpa berlebihan. Siswa diarahkan agar membuka keran atau menggunakan sumber air secukupnya, kemudian membasuh anggota wudhu sesuai ketentuan tanpa membiarkan air terus mengalir.

 

 Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menutup keran setelah digunakan dan tidak menggunakan air secara berlebihan merupakan bentuk kepedulian yang dapat diterapkan siswa, baik ketika berada di madrasah maupun di rumah.

 

 “ Wudhu itu tidak perlu menggunakan air yang banyak karena wudhu bukan mandi. Yang terpenting adalah anggota wudhu terkena air sesuai ketentuannya dan dilakukan dengan tertib. Jadi, kita bisa berwudhu dengan air secukupnya tanpa harus berlebihan,” ujarnya.

 

Ai menjelaskan, edukasi tersebut menjadi semakin penting karena seluruh siswa selama pembelajaran Full Day memiliki rutinitas salat Zuhur di lingkungan madrasah. Sebelum melaksanakan salat berjamaah, siswa terlebih dahulu mempersiapkan diri dengan berwudhu. Oleh karena itu, kesempatan tersebut dimanfaatkan guru untuk memastikan siswa tidak hanya mampu melakukan wudhu secara praktik, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya. 

 

Menurut Ai Nia, berwudhu bukan sekadar kegiatan membasuh anggota tubuh sebelum salat. Di dalamnya terdapat pembelajaran tentang kebersihan, kedisiplinan, ketertiban, dan kesadaran dalam menggunakan fasilitas yang tersedia. Siswa perlu memahami bahwa ibadah juga dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter peduli terhadap lingkungan. 

 

Dengan demikian, kebiasaan hemat air tidak berhenti ketika siswa berada di madrasah, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga.

 

 “ Edukasi tentang wudhu ini menjadi bekal bagi siswa. Kita ingin mereka mengetahui bahwa wudhu harus dilakukan dengan benar, tertib, dan tidak berlebihan dalam menggunakan air. Kalau tata cara wudhunya tidak tertib atau tidak sesuai, tentu kita khawatir persiapan mereka untuk melaksanakan salat juga kurang maksimal. Karena itu, sejak dini mereka harus dibiasakan memahami dan mempraktikkannya dengan baik,”  kata Ai Nia.

 

Ai juga mengingatkan siswa bahwa kondisi musim kemarau panjang perlu disikapi dengan kesadaran bersama. Keterbatasan air bukan hanya menjadi persoalan orang dewasa, tetapi juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi anak-anak untuk memahami pentingnya menjaga sumber daya alam. Ketika siswa dibiasakan menggunakan air sesuai kebutuhan, mereka secara tidak langsung belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

 

Pembiasaan tersebut sejalan dengan upaya MIS Ar-Raudhotun Nur dalam membangun karakter siswa melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendidikan tidak hanya berlangsung melalui materi pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui praktik sederhana yang dilakukan secara berulang. Kebiasaan berwudhu dengan air secukupnya menjadi salah satu contoh bahwa nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan lingkungan.

 

Ai Nia berharap para siswa dapat membawa kebiasaan tersebut ke rumah masing-masing. Menurutnya, keberhasilan edukasi tidak hanya terlihat ketika siswa mampu mengikuti arahan guru di madrasah, tetapi juga ketika mereka mampu menerapkannya secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Harapannya, anak-anak bukan hanya bisa berwudhu dengan benar di madrasah, tetapi juga membiasakan hal yang sama ketika berada di rumah. Hemat air bukan berarti pelit atau kikir, tetapi menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan dan tidak menyia-nyiakannya. Kalau kebiasaan baik ini ditanamkan sejak sekarang, insyaallah akan menjadi karakter mereka sampai dewasa,” tuturnya.

 

Melalui edukasi tersebut, MIS Ar-Raudhotun Nur terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang menyentuh aspek pengetahuan, keterampilan, sekaligus pembentukan karakter.  Wudhu yang dilakukan sebelum salat tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi siswa untuk memahami ketertiban, kebersihan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap ketersediaan air.

 

Di tengah musim kemarau panjang yang membuat ketersediaan air perlu dikelola secara bijak, pesan sederhana tentang berwudhu dengan air secukupnya menjadi pembelajaran yang memiliki makna lebih luas.  Dari keran air di lingkungan madrasah, siswa belajar bahwa setiap tetes air memiliki manfaat dan harus digunakan sebagaimana mestinya. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu membentuk generasi yang taat dalam beribadah sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Kamis, 24 September 2026 | 07:38 WIB
Tentang Kiriman Ini

Artikel ini merupakan karya pengguna yang dikirim melalui platform Distrik Banten News dan telah melalui proses moderasi. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.

Artikel Selanjutnya

Bangun Jiwa Technopreneur, Mahasiswa PK Terapkan Pembelajaran Berbasis Proyek di SMK Sawunggalih

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Edukasi Wudhu di Tengah Kemarau Ajarkan Siswa Bijak Menggunakan Air

Bagikan artikel ini melalui