“ Harapannya, anak-anak bukan hanya bisa berwudhu dengan benar di madrasah, tetapi juga membiasakan hal yang sama ketika berada di rumah. Hemat air bukan berarti pelit atau kikir, tetapi menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan dan tidak menyia-nyiakannya. Kalau kebiasaan baik ini ditanamkan sejak sekarang, insyaallah akan menjadi karakter mereka sampai dewasa,” tuturnya.
Melalui edukasi tersebut, MIS Ar-Raudhotun Nur terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang menyentuh aspek pengetahuan, keterampilan, sekaligus pembentukan karakter. Wudhu yang dilakukan sebelum salat tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi siswa untuk memahami ketertiban, kebersihan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap ketersediaan air.
Di tengah musim kemarau panjang yang membuat ketersediaan air perlu dikelola secara bijak, pesan sederhana tentang berwudhu dengan air secukupnya menjadi pembelajaran yang memiliki makna lebih luas. Dari keran air di lingkungan madrasah, siswa belajar bahwa setiap tetes air memiliki manfaat dan harus digunakan sebagaimana mestinya. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu membentuk generasi yang taat dalam beribadah sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.