Menurut Ai Nia, berwudhu bukan sekadar kegiatan membasuh anggota tubuh sebelum salat. Di dalamnya terdapat pembelajaran tentang kebersihan, kedisiplinan, ketertiban, dan kesadaran dalam menggunakan fasilitas yang tersedia. Siswa perlu memahami bahwa ibadah juga dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter peduli terhadap lingkungan.
Dengan demikian, kebiasaan hemat air tidak berhenti ketika siswa berada di madrasah, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga.
“ Edukasi tentang wudhu ini menjadi bekal bagi siswa. Kita ingin mereka mengetahui bahwa wudhu harus dilakukan dengan benar, tertib, dan tidak berlebihan dalam menggunakan air. Kalau tata cara wudhunya tidak tertib atau tidak sesuai, tentu kita khawatir persiapan mereka untuk melaksanakan salat juga kurang maksimal. Karena itu, sejak dini mereka harus dibiasakan memahami dan mempraktikkannya dengan baik,” kata Ai Nia.
Ai juga mengingatkan siswa bahwa kondisi musim kemarau panjang perlu disikapi dengan kesadaran bersama. Keterbatasan air bukan hanya menjadi persoalan orang dewasa, tetapi juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi anak-anak untuk memahami pentingnya menjaga sumber daya alam. Ketika siswa dibiasakan menggunakan air sesuai kebutuhan, mereka secara tidak langsung belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Pembiasaan tersebut sejalan dengan upaya MIS Ar-Raudhotun Nur dalam membangun karakter siswa melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendidikan tidak hanya berlangsung melalui materi pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui praktik sederhana yang dilakukan secara berulang. Kebiasaan berwudhu dengan air secukupnya menjadi salah satu contoh bahwa nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan lingkungan.
Ai Nia berharap para siswa dapat membawa kebiasaan tersebut ke rumah masing-masing. Menurutnya, keberhasilan edukasi tidak hanya terlihat ketika siswa mampu mengikuti arahan guru di madrasah, tetapi juga ketika mereka mampu menerapkannya secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.