GARUT, 23 September 2026 — Pembiasaan hidup hemat dan peduli terhadap lingkungan terus ditanamkan kepada siswa MIS Ar-Raudhotun Nur, termasuk dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari. Di tengah pelaksanaan pembelajaran Full Day, para siswa melaksanakan salat Zuhur secara berjamaah di lingkungan madrasah. Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi guru untuk memberikan penguatan tentang tata cara berwudhu yang benar sekaligus mengajarkan pentingnya menggunakan air secara bijak.
Salah satu edukasi tersebut diberikan oleh Ai Nia Rahma, S.Pd., guru MIS Ar-Raudhotun Nur, yang memberikan pendampingan kepada siswa mengenai tata cara berwudhu dengan menggunakan air secukupnya. Edukasi ini tidak hanya diarahkan agar siswa memahami tahapan berwudhu secara tertib, tetapi juga membangun kesadaran bahwa air merupakan sumber daya yang harus digunakan dengan penuh tanggung jawab.
Terlebih, kondisi musim kemarau panjang membuat ketersediaan air di sejumlah tempat menjadi lebih terbatas sehingga penggunaan air secara bijaksana perlu menjadi bagian dari kebiasaan siswa.
Dalam kegiatan tersebut, Ai Nia memperlihatkan secara langsung bagaimana mengambil air untuk berwudhu tanpa berlebihan. Siswa diarahkan agar membuka keran atau menggunakan sumber air secukupnya, kemudian membasuh anggota wudhu sesuai ketentuan tanpa membiarkan air terus mengalir.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menutup keran setelah digunakan dan tidak menggunakan air secara berlebihan merupakan bentuk kepedulian yang dapat diterapkan siswa, baik ketika berada di madrasah maupun di rumah.
“ Wudhu itu tidak perlu menggunakan air yang banyak karena wudhu bukan mandi. Yang terpenting adalah anggota wudhu terkena air sesuai ketentuannya dan dilakukan dengan tertib. Jadi, kita bisa berwudhu dengan air secukupnya tanpa harus berlebihan,” ujarnya.
Ai menjelaskan, edukasi tersebut menjadi semakin penting karena seluruh siswa selama pembelajaran Full Day memiliki rutinitas salat Zuhur di lingkungan madrasah. Sebelum melaksanakan salat berjamaah, siswa terlebih dahulu mempersiapkan diri dengan berwudhu. Oleh karena itu, kesempatan tersebut dimanfaatkan guru untuk memastikan siswa tidak hanya mampu melakukan wudhu secara praktik, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya.