Senin, 31 Agustus 2026
Kiriman Pengguna

MIS Ar-Raudhotun Nur Hadirkan Program MIRUN, Gerakan Miceun Runtah untuk Wujudkan Lingkungan Madrasah Bersih dan Peduli Lingkungan

BAGIKAN:
MIS Ar-Raudhotun Nur Hadirkan Program MIRUN, Gerakan Miceun...
0
MIS Ar-Raudhotun Nur Hadirkan Program MIRUN, Gerakan Miceun Runtah untuk Wujudkan Lingkungan Madrasah Bersih dan Peduli Lingkungan

Garut, 31 Agustus 2026 – MIS Ar-Raudhotun Nur terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan program MIRUN (Miceun Runtah), sebuah gerakan kepedulian lingkungan yang mendorong seluruh siswa untuk memiliki kesadaran dalam mengelola dan mengurangi sampah di lingkungan madrasah. 

 

Program tersebut tidak hanya diarahkan pada kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya memilah, memanfaatkan, serta mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Program MIRUN menjadi bagian dari upaya MIS Ar-Raudhotun Nur dalam membangun budaya hidup bersih yang dimulai dari lingkungan pendidikan. 

 

Melalui program ini, setiap siswa didorong untuk tidak lagi memandang persoalan sampah sebagai tanggung jawab petugas kebersihan semata. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kebiasaan sederhana dan konsisten. Mulai dari membawa kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah berdasarkan jenisnya, hingga ikut menjaga kebersihan ruang kelas, halaman, dan berbagai fasilitas madrasah.

 

Kepala MIS Ar-Raudhotun Nur, Mutiara Selandiana Effendi, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa MIRUN dirancang sebagai program yang dapat membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan sejak dini. Menurutnya, kebiasaan menjaga lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui teori, tetapi perlu dibangun melalui tindakan nyata yang dilakukan secara terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari.

 

 “ Program MIRUN ini merupakan salah satu bentuk pembiasaan agar setiap siswa memiliki kepedulian terhadap kebersihan. Kami ingin siswa memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan, guru, atau pihak madrasah, tetapi menjadi tanggung jawab setiap individu,” ujar Mutiara.

 

Mutiara juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai dampak buruk dari kebiasaan membakar sampah secara sembarangan. Menurutnya, membakar sampah bukanlah solusi sederhana untuk menghilangkan persoalan sampah karena asap hasil pembakaran dapat mencemari udara dan berpotensi mengganggu kesehatan. Terlebih apabila sampah yang dibakar terdiri atas bahan yang sulit terurai atau mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu, melalui MIRUN siswa diarahkan untuk mencari cara pengelolaan sampah yang lebih tepat dan ramah terhadap lingkungan.

Andra Soni Tegaskan Komitmen Banten Cerdas, Sekolah Baru dan Pendidikan Gratis Terus Diperluas
Artikel Selanjutnya

Andra Soni Tegaskan Komitmen Banten Cerdas, Sekolah Baru dan Pendidikan Gratis Terus Diperluas

Artikel kontributor ini telah melalui proses editorial oleh redaksi distrikbantennews.com.
Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR Editor: Yustinus Agus
Diterbitkan: 31 Agustus 2026, 17:56 WIB · Diperbarui: 31 Agustus 2026, 19:19 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini