Senin, 21 September 2026

Menolak Lupa: Rentetan Peristiwa Kelam dalam Sejarah Indonesia di Bulan September

BAGIKAN:
Menolak Lupa: Rentetan Peristiwa Kelam dalam Sejarah Indones...
0
Menolak Lupa: Rentetan Peristiwa Kelam dalam Sejarah Indonesia di Bulan September
Ilustrasi Foto Kalender September Hitam.

Tragedi Tanjung Priok

Pada 12 September 1984 terjadi peristiwa kekerasan di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Peristiwa tersebut berlangsung di tengah ketegangan antara sebagian masyarakat dan aparat keamanan dalam konteks sosial-politik pada masa Orde Baru.

Komnas HAM kemudian melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. Hasil penyelidikan memuat dugaan terjadinya pelanggaran HAM yang berat dan menjadi salah satu dasar bagi proses hukum selanjutnya.

Peristiwa Tanjung Priok kemudian diproses melalui Pengadilan HAM Ad Hoc. Sejumlah anggota aparat menjadi terdakwa. Pada tingkat pertama, sejumlah terdakwa dijatuhi hukuman, tetapi putusan terhadap mereka kemudian berubah dalam proses hukum pada tingkat berikutnya.

Karena itu, dalam melihat perjalanan kasus Tanjung Priok perlu dibedakan antara hasil penyelidikan Komnas HAM dan hasil proses peradilan. Keduanya merupakan tahapan berbeda dalam proses penanganan peristiwa tersebut.

Tragedi Semanggi II

Tragedi Semanggi II terjadi dalam rangkaian demonstrasi mahasiswa dan masyarakat pada 23–24 September 1999. Salah satu konteks utama aksi ketika itu adalah penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU PKB).

Rancangan tersebut mendapat penolakan dari berbagai kelompok masyarakat dan mahasiswa karena dinilai dapat memberikan kewenangan luas kepada aparat dalam kondisi yang dinyatakan sebagai keadaan bahaya. Demonstrasi saat itu juga berlangsung dalam suasana tuntutan reformasi dan perubahan hubungan militer dengan kehidupan sosial-politik.

Pada 24 September 1999, demonstrasi berlangsung di sejumlah lokasi di Jakarta dan kemudian diwarnai bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.

Salah satu korban yang dikenal luas dalam peristiwa tersebut adalah Yap Yun Hap, mahasiswa Universitas Indonesia, yang meninggal setelah tertembak dalam rangkaian peristiwa itu.

“Bau Amis” Penanganan Rokok Ilegal, Aktivis Banten Desak Bea Cukai Merak Buka-Bukaan
Artikel Selanjutnya

“Bau Amis” Penanganan Rokok Ilegal, Aktivis Banten Desak Bea Cukai Merak Buka-Bukaan

Kontributor: Ilyas Kamilul
Diterbitkan: 20 September 2026, 16:05 WIB · Diperbarui: 20 September 2026, 19:04 WIB
Sumber: Detik

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Pendidikan Itu Mahal, yang Murah Hanya Gaji Gurunya

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 12 Mei 2026 | 09:02 WIB

Royal Baroe: Mempercantik Kota atau Mengabaikan Prioritas?

Konten dari Pengguna Opini Senin, 11 Mei 2026 | 15:25 WIB

Pelayanan Kesehatan di Banten: Antara Harapan dan Kenyataan Pasien

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 11 Mei 2026 | 15:20 WIB

Perbaikan Jalan di Kota Serang: Sudahkah Menyentuh Kebutuhan Masyarakat?

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 11 Mei 2026 | 15:09 WIB

Seompreng Harapan untuk Masa Depan Generasi Indonesia

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 10 Mei 2026 | 09:57 WIB

Prestasi Diakui, Kesejahteraan Diabaikan: Nasib Guru Berprestasi di Negeri Sendiri

Konten dari Pengguna Opini Jumat, 8 Mei 2026 | 05:53 WIB

Antara Bahagia dan Berlebihan, Fenomena Euforia Kelulusan di Kalangan Pelajar

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 7 Mei 2026 | 11:48 WIB

Tingginya Pengangguran di Kota Serang: Kurangnya Lapangan Kerja atau Kualitas SDM?

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 6 Mei 2026 | 21:46 WIB

Pendidikan Harus Mengedepankan Keteladanan, Bukan Tekanan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 5 Mei 2026 | 14:18 WIB

Freestyle Viral Bukan Ukuran Kehebatan Anak Zaman Sekarang

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 5 Mei 2026 | 12:08 WIB

Hari Pendidikan Nasional dan Tanggung Jawab Kita Menjaga Masa Depan Bangsa

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:01 WIB