Bagi tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan, pemerintah menyiapkan kebutuhan alat pelindung diri serta respirator partikulat seperti masker N95, KN95 dan KF94 sesuai kebutuhan.
Dinas Kesehatan juga meminta tenaga kesehatan melakukan pemantauan secara rutin terhadap perkembangan kasus gangguan pernapasan di masyarakat.
Surveilans dilakukan setiap hari untuk mendeteksi secara dini apabila terjadi peningkatan jumlah pasien yang mengalami keluhan akibat kualitas udara.
Pemantauan secara khusus akan dilakukan terhadap kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi.
Kelompok tersebut meliputi bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis.
Data hasil pemantauan akan dianalisis sebagai bahan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Provinsi Banten juga akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta Dinas Lingkungan Hidup.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik, arah sebaran material erupsi dan kondisi kualitas udara.