Kamis, 1 Oktober 2026

Pemkot Tangerang dan Relawan Tangani Pencemaran Sungai Cisadane dengan Ekoenzym

BAGIKAN:
Pemkot Tangerang dan Relawan Tangani Pencemaran Sungai Cisad...
0
Pemkot Tangerang dan Relawan Tangani Pencemaran Sungai Cisadane dengan Ekoenzym

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bergerak cepat menindaklanjuti terdeteksinya dugaan pencemaran pada aliran air baku Sungai Cisadane, Senin (9/2) malam. Bersama sejumlah relawan, Pemkot Tangerang menuangkan sebanyak 1.500 liter ekoenzym ke aliran sungai sebagai langkah penanganan awal, Jumat (13/2/26).

Kegiatan ini melibatkan unsur relawan dari PMI, MDMC, Saka Patriot, Universitas UNIS, serta Perguruan BPK PENABUR. Sementara itu, perangkat daerah yang turut terlibat antara lain BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (LH), dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menjelaskan, proses penanganan dilakukan dengan metode penyemprotan menggunakan tangki khusus (spray tank) untuk memastikan distribusi ekoenzym merata di titik-titik terdampak.

”Petugas juga menggunakan perahu untuk menjangkau area aliran sungai sekaligus melakukan pengangkatan bangkai hewan dan sampah yang ditemukan di sekitar lokasi,” papar Mahdiar.

Langkah ini merupakan upaya cepat Pemkot Tangerang dalam meminimalisir dampak pencemaran, mengurangi bau tidak sedap, serta membantu proses pemulihan kualitas air secara alami.

”Ekoenzym yang digunakan merupakan larutan hasil fermentasi bahan organik yang ramah lingkungan dan kerap dimanfaatkan untuk membantu mengurai zat pencemar di perairan,” katanya.

Sementara itu, Salah satu relawan Yan Evries Sekretaris Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Tangerang menuturkan, gerakan ini terjadi secara mendadak, atas kegelisahan bersama terhadap kondisi Sungai Cisadane.

”Tadi pagi ada obrolan santai, siang langsung bergerak semua dan sore ini kita realisasikan bersama. Hari ini yang kita tuangkan baru 500 dan selanjutnya akan kita tuangkan lagi secara berkala,” katanya.

”Upaya kolaboratif ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas air Sungai Cisadane sebagai salah satu sumber kehidupan masyarakat Kota Tangerang,” tutup Evries. ***

Asal Mula Nama Kelurahan Petir, Tak Terkait Fenomena Alam
Artikel Selanjutnya

Asal Mula Nama Kelurahan Petir, Tak Terkait Fenomena Alam

Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 13 Februari 2026, 19:37 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Agus Andrianto Masuk 7 Menteri dengan Kinerja Terendah Versi Survei Vox Politica

Konten Redaksi Minggu, 27 September 2026 | 18:50 WIB

Lapas Bandanaira Perkuat Kesiapsiagaan Bencana bersama SAR dan PLN

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:38 WIB

Lapas Kelas IIA Serang Tutup Rangkaian Porsenap dengan Senam Bersama

Konten dari Pengguna Siaran Pers Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Perbaikan Jalan di Kota Serang: Sudahkah Menyentuh Kebutuhan Masyarakat?

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 11 Mei 2026 | 15:09 WIB

Rutan Marabahan Perkuat Komitmen Bersih Halinar Melalui Ikrar Bersama dan Razia Gabungan Bersama APH

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 8 Mei 2026 | 14:37 WIB