Kota TangerangPemerintahan

Asal Mula Nama Kelurahan Petir, Tak Terkait Fenomena Alam

Selama ini banyak yang mengira nama Kelurahan Petir di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, berkaitan dengan fenomena alam atau sambaran kilat. Namun, fakta sejarah berkata lain. Dalam buku bertajuk “Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang” karya Burhanudin, terungkap bahwa identitas wilayah ini justru berakar dari kearifan lokal dan tradisi komunikasi masyarakat Betawi masa lalu.

Berdasarkan catatan Burhanudin, Kelurahan Petir secara resmi berdiri sebagai hasil pemekaran Kecamatan Cipondoh melalui amanat Perda Nomor 16 Tahun 2000. Jauh sebelum menjadi kelurahan mandiri, wilayah ini merupakan bagian dari “Kampung Gondrong”. Penamaan “Petir” sendiri awalnya hanya merujuk pada area kecil yang kini dikenal sebagai RW 03.

Salah satu temuan menarik dalam buku tersebut adalah penegasan bahwa masyarakat asli (Betawi) setempat tidak menggunakan kata “petir” untuk menyebut kilat, melainkan geledek atau geludug.

“Dulu yang disebut Petir itu petitir. Kalau ada orang dibacok ditabuhin titir tiga kali sebagai isyarat, lama-kelamaan jadi Petir,” ungkap Burhanudin.

Karena wilayah ini, dahulu banyak dihuni oleh para jawara dan frekuensi penggunaan titir sangat dominan, masyarakat perlahan-lahan menyebut daerah ini sebagai Kampung Petir.

“Petir dikenal sebagai kampung para guru, mulai dari guru agama, guru sekolah, hingga guru mengaji. Karena banyaknya guru di sini, Petir sama seperti Kampung Pinang yang melahirkan banyak pendidik,” katanya.

Tak hanya itu, Petir pernah menjadi primadona agraris melalui Jambu Cincalo Gondrong. Produk pertanian ini pernah menjadi ikon kebanggaan Kota Tangerang hingga masuk dalam ulasan majalah pertanian nasional, Trubus, pada tahun 1977-1978.

“Petir memiliki fondasi kepemimpinan yang kuat, dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Kades Musa dan Muhammad sejak sebelum Indonesia merdeka atau zaman Belanda,” ungkapnya.

Dengan memahami sejarah ini, Kelurahan Petir bukan sekadar nama di peta, melainkan simbol perjuangan, komunikasi, dan pendidikan di jantung Kota Tangerang. ***

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *