Sabtu, 3 Oktober 2026

Kejati Banten Serahkan Dua Tersangka Korupsi Jual Beli Minyak Goreng ke JPU

BAGIKAN:
Kejati Banten Serahkan Dua Tersangka Korupsi Jual Beli Minya...
0
Kejati Banten Serahkan Dua Tersangka Korupsi Jual Beli Minyak Goreng ke JPU

SERANG, - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menyerahkan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli minyak goreng curah kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Serang, Kamis (12/2/2026).

Kedua tersangka tersebut yakni YU selaku Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) dan AAW selaku Direktur PT Karyacipta Agromandiri Nusantara (KAN). Penyerahan tersangka dan barang bukti itu merupakan tahap II dalam proses hukum perkara tersebut.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Banten Jonathan Suranta Martua, SH., MH., mengatakan, berkas perkara kedua tersangka telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa peneliti.

“Berdasarkan surat pemberitahuan hasil penyidikan, perkara atas nama tersangka YU dinyatakan lengkap (P-21) Nomor B-12/M.6.10/Ft.1/02/2026 tanggal 10 Februari 2026 dan perkara atas nama tersangka AAW dinyatakan lengkap (P-21) Nomor B-11/M.6.10/Ft.1/02/2026 tanggal 10 Februari 2026. Selanjutnya, sesuai ketentuan Pasal 8 ayat (3) KUHAP, Tim Penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Serang,” kata Jonathan.

Jonathan menjelaskan, perkara ini bermula pada 28 Februari 2025 saat YU selaku Plt Direktur PT ABM (Perseroda) melakukan perjanjian jual beli minyak goreng Non DMO CP8/CP10 sebanyak 1.200 ton dengan AAW selaku Direktur PT KAN. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp 20,4 miliar dengan skema pembayaran menggunakan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN).

Pada 27 Maret 2025, SKBDN tersebut didiskontokan atau dicairkan di Bank BRI Cabang Bintaro oleh AAW. Namun, minyak goreng sebanyak 1.200 ton yang menjadi objek perjanjian hingga kini tidak pernah diterima oleh PT ABM.

Akibatnya, PT ABM yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Banten mengalami kerugian keuangan negara sebesar Rp 20.487.194.100 berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara dari Kantor Akuntan Publik Af. Rachman & Soetjipto WS.

Terhadap kedua tersangka, penyidik melakukan penahanan tingkat penuntutan selama 20 hari di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Serang, terhitung sejak 12 Februari 2026.

KUTIL Cimone: Bukti Ketahanan Pangan Bisa Tumbuh dari Lingkungan Warga
Artikel Selanjutnya

KUTIL Cimone: Bukti Ketahanan Pangan Bisa Tumbuh dari Lingkungan Warga

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 12 Februari 2026, 20:21 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

PN Bandung Tolak Praperadilan Wabup Indramayu, Status Tersangka Tetap Sah

Konten Redaksi Sabtu, 3 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Tak Sekadar Catat Identitas, Lapas Cianjur Petakan Kebutuhan Warga Binaan

Konten Redaksi Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:55 WIB

Bongkar Sampai Akar! Mahasiswa Soroti 52 Juta Batang Rokok Ilegal di Merak

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 13:28 WIB

BPOM Bongkar Gudang Produk Ilegal di Tangerang, 459 Ribu Produk Diamankan

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Polres Serang Respons Keluhan Debu PT Yanfa, Fakta Lapangan Akan Didalami

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 20:22 WIB

Lapas Bandanaira Lakukan Pengawasan dan Penertiban Barang serta Fasilitas Kamar Hunian

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 30 September 2026 | 14:56 WIB

Pokir DPRA Disebut Capai Rp1 Triliun, GAANAS Desak KPK Telusuri Alur Anggaran

Konten Redaksi Selasa, 29 September 2026 | 19:25 WIB