KOTA SERANG – Era digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, di mana kehadiran smartphone semakin masif dan sulit untuk dibendung. Menyikapi hal ini, berbagai upaya preventif serta sosialisasi edukasi terus digalakkan oleh berbagai instansi pemerintah dan perguruan tinggi di seluruh negeri.
Kegiatan terkait parenting, seminar, hingga program pendampingan terus diadakan secara berkelanjutan, baik melalui webinar daring maupun kegiatan luring yang dilakukan secara tatap muka.
Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang jatuh setiap tanggal 31 Agustus – yang juga diperingati bersamaan dengan HUT Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) – perhatian terhadap kualitas pendidikan bagi anak-anak usia dini semakin menjadi fokus utama bagi para praktisi dan aktivis pendidikan.
Dr. Hj. Dewi Cahyaningrat, seorang pendidik sekaligus aktivis pendidikan yang dikenal akrab dengan sapaan Bu Hj, mengungkapkan kekhawatirannya mendalam terkait perkembangan pendidikan anak usia dini di tengah maraknya penggunaan gadget.
Menurutnya, banyak anak di kelompok usia dini yang telah terpengaruh secara signifikan oleh keberadaan perangkat elektronik tersebut, diperparah dengan kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua.
“Gadget memiliki daya tarik yang luar biasa dan dapat membius anak-anak kita tanpa memandang usia. Saya ingin mengingatkan bahwa orang tua adalah figur utama dalam perkembangan anak mereka – peran mereka tidak dapat digantikan oleh apapun, termasuk gadget,” tegas Bu Hj dalam salah satu acara sosialisasi yang diadakan di Kota Serang.
Selain masalah penggunaan gadget yang berlebihan, Bu Hj juga menyoroti fenomena kekhawatiran berlebihan dari orang tua yang justru dapat menghambat perkembangan anak. Menurutnya, banyak orang tua yang terlalu protektif sehingga membuat anak-anak usia dini kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keberanian dan kemandirian yang sangat penting bagi pertumbuhan mereka.
“Anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang dengan cara yang langsung menyentuh realitas di lapangan. Orang tua harus sedikit membatasi penggunaan gadget pada anak-anak mereka, sehingga kelak mereka dapat membangun mindset yang kuat untuk menghadapi dunia nyata dan mengurangi tingkat kekhawatiran yang tidak perlu,” tambahnya.