Kota SerangPemerintahan

Pemkot Serang Tanggapi Cepat Banjir di Kompleks Kroya Indah

KOTA SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengambil langkah tegas menangani permasalahan banjir yang melanda Kawasan Kompleks Kroya Indah, Kecamatan Kasemen. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, didampingi Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia, melakukan peninjauan langsung lokasi pada hari Sabtu (10/1).

Penyebab banjir di lokasi tersebut adalah penyempitan aliran Sungai Kalimati akibat banyaknya bangunan liar yang berdiri secara ilegal di badan sungai. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota juga berbincang dengan RT setempat untuk meminta warga segera mengosongkan bangunan liar.

“Kita berikan tenggat waktu kepada pemilik bangunan untuk melakukan pembongkaran mandiri. Kita tidak mau disalahkan jika nanti terjadi bencana besar. Kita cegah sedini mungkin,” tegas Budi Rustandi.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari mitigasi bencana agar Kota Serang tidak mengalami dampak banjir parah seperti daerah lain akibat terlambatnya penanganan. Keselamatan ribuan warga menjadi prioritas utama di atas kepentingan pribadi.

“Sebagai pejabat, kita harus memberikan pelayanan terbaik karena korban potensialnya adalah ribuan orang. Jangan sampai sudah terjadi bencana besar baru kita bertindak,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut teknis, Pemkot Serang telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Rencananya, alat berat akan segera diturunkan untuk melakukan pengerukan dan normalisasi aliran sungai mulai dari wilayah Kroya hingga muara laut.

Wali Kota mengimbau masyarakat untuk mendukung program ini, karena ego atau kepentingan pribadi yang mengganggu aliran air dapat merugikan masyarakat luas.

“Ingat, kita dalam rangka membantu seluruh warga Kota Serang. Banjir ini dampaknya ke semua orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin menyampaikan bahwa banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut telah terpetakan dengan jelas. Berdasarkan laporan lapangan, katanya penanganan akan fokus pada titik-titik krusial penyebab luapan air.

“Banjir di Kroya dan Kanal Banten Lama sudah teridentifikasi. Laporan dari lapangan menyatakan penanggulangan siap dilakukan dan titik banjir harus segera diselesaikan,” ujarnya saat membuka rapat yang juga dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang.

Menurut Nanang, penyebab utama banjir adalah penyempitan aliran sungai akibat bangunan liar dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, yang membuat lebar kali yang semula sekitar 15 meter menyempit hingga hanya satu meter. Ia mengutip contoh sukses di Sukadana, di mana penertiban bangunan liar dan peningkatan kesadaran masyarakat membuat aliran air kembali normal. ***

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *