Agus juga mengungkapkan, setiap hari terdapat 50 hingga 300 warga yang datang ke Disnaker untuk membuat Kartu Pencari Kerja (AK-1). Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap lapangan kerja baru.
“Banyak warga datang setiap hari untuk mencari pekerjaan. Namun berkat pelatihan dan penyaluran tenaga kerja, jumlah pengangguran sudah mulai berkurang,” tambahnya.
Selain itu, program “Satu Keluarga Satu Pengusaha” yang dicanangkan Wali Kota juga disebut turut membantu mengurangi pengangguran dan mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
“Upaya mengurangi pengangguran terus kami lakukan melalui pelatihan, penyaluran kerja, dan penguatan program kewirausahaan,” jelas Agus.