Selasa, 15 September 2026

Berdamailah dengan Buku: Kisah Perjuangan Meningkatkan Minat Baca Masyarakat di Sudut Yogyakarta

BAGIKAN:
Berdamailah dengan Buku: Kisah Perjuangan Meningkatkan Minat...
0
Berdamailah dengan Buku: Kisah Perjuangan Meningkatkan Minat Baca Masyarakat di Sudut Yogyakarta

Oleh : Agung

Pegiat Literasi Pustaka Adil, Yogyakarta

Kehidupan di era digital ini, disadari atau tidak, membuat jarak antara kita dengan buku semakin jauh. Ada sebuah dinding pemisah yang tak tampak yang menjadikan banyak generasi Z atau milenial semakin jauh dari Buku.

Seolah olah ada permusuhan yang terjadi tanpa adanya alasan yang jelas Antara mereka dengan buku.

Bukan karena era digitalnya, namun lebih pada pilihan bijak dalam pembagian penggunaan waktu Antara Alat Teknologi dan Buku. Diakui atau tidak, fakta di lapangan memperlihatkan kondisi masyarakat kita yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan benda gepeng tersebut dibandingkan buku yang dibacanya.

Jika kita bandingkan jumlah pengguna internet di Indonesia dengan angka minat baca saat ini dari data yang di unggah oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengumumkan jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2024 mencapai 221.563.479 jiwa dari total populasi 278.696.200 jiwa penduduk Indonesia tahun 2023.

Angka ini sangat besar jika dibandingkan dengan indeks minat baca kita. UNESCO menyebut Indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya diangka 0,001% atau dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

Kendati data UNESCO itu selalu diperdebatkan oleh para pegiat literasi di seluruh penjuru Indonesia. Mengingat para pejuang liteterasi melalui Forum Taman Bacaan Masyarakat dan Perpustakaan selalu berinovasi dalam meningkatkan minat baca masyarakat ada ironi yang tidak bisa dipungkiri pada kondisi kultur masyarakat kita yang terjadi di era digital ini.

Seolah olah kemajuan Teknologi yang modern ini membawa kemajuan dalam sebuah peradaban manusia tanpa buku yang dibacanya, sungguh persepsi dan argumentasi yang salah dan itu telah terjadi di semua lapisan masyarakat kita. Membawa HP seolah olah menggambarkan anak yang cerdas, maju dan berperadaban, padahal yang terjadi sesungguhnya, kebodohan dan ketololan yang tampak dalam perilaku anak - anak dan generasi muda Kita. Hilangnya kepekaan sosial, rusak moralitasnya, dan semakin malas dalam kehidupan (walaupun tidak semua orang seperti itu, tapi banyak juga)

Para cendekiawan dan para intelektual, telah menyatakan bahwa ciri peradaban sebuah bangsa yaitu jika minat baca masyarakatnya tinggi. Membaca indentik dengan sebuah buku, dan tidak akan tergantikan dengan benda yang lain meskipun ada banyak pernyataan bahwa membaca tidak selalu buku dan kemajuan teknologi menjadi sebuah alasan kuat untuk mereka menghindar dari buku bahkan menjauhinya karena sudah diwakili oleh alat teknologi tersebut.

Perlu kita ketahui bersama, Buku tetaplah menjadi satu satunya sarana untuk kita membaca dengan nyaman dan aman dibandingkan dengan HP atau Alat Teknologi lainnya. Jadi marilah saatnya kita kembali berdamai dengan buku dan kembali kepada tradisi para pencari ilmu terdahulu, bahwa buku adalah sumber inspirasi dan pintu peradaban manusia yaitu dengan membaca Membaca Buku tidak akan mengurangi kewibawaan kita sebagai Manusia walaupun zaman telah berubah.


Yogyakarta, 25 Mei 2024

Polemik Kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Menggema di Mahasiswa
Artikel Selanjutnya

Polemik Kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Menggema di Mahasiswa

Penulis: Mardiana Akin
Diterbitkan: 26 Mei 2024, 11:28 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Perampasan Aset Dari Tindak Pidana Korupsi (TPK)

Konten Redaksi Rabu, 9 September 2026 | 18:45 WIB

Ketika Politik Terlalu Ramai di Media Sosial, Apakah Rakyat Masih Menjadi Prioritas?

Konten dari Pengguna Opini Senin, 7 September 2026 | 13:10 WIB

Penyematan Kenaikan Pangkat, Lapas Bandanaira Dorong Profesionalisme dan Kinerja Petugas

Konten dari Pengguna Siaran Pers Senin, 7 September 2026 | 10:12 WIB

Jangan Membenci Bangsa Hanya Karena Ulah Penguasanya

Konten dari Pengguna Opini Senin, 17 Agustus 2026 | 20:01 WIB

GURU ADALAH PAHLAWAN TANPA SENAPAN, PEJUANG DI MEDAN KEBODOHAN

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 2 Agustus 2026 | 14:34 WIB

Hari Anak Nasional: Menjaga Senyum, Merawat Mimpi, Menyiapkan Masa Depan Bangsa

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 23 Juli 2026 | 07:52 WIB

Pendidikan Itu Mahal, yang Murah Hanya Gaji Gurunya

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 12 Mei 2026 | 09:02 WIB

Royal Baroe: Mempercantik Kota atau Mengabaikan Prioritas?

Konten dari Pengguna Opini Senin, 11 Mei 2026 | 15:25 WIB