Hal ini juga serupa dengan yang diungkapkan perwakilan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Lebak. Mereka merasa bahwa suasana berkesenian bukan menjadi diskusi penting di desa-desa.
Hal ini terlihat dari penggunaan alokasi anggaran desa, yang lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur daripada kegiatan kebudayaan.
Perwakilan Apdesi berharap pemerintah di tingkat kabupaten perlu banyak "main" ke desa-desa, dan tidak hanya berfokus pada pengembangan kebudayaan di kota-kota saja.
Diskusi yang berlangsung kurang lebih 3 jam ini menyepakati untuk segera membentuk Tim Pemajuan Kebudayaan, selambat-lambatnya pada minggu pertama bulan Februari 2024. Ini menandai langkah penting dalam upaya memajukan kebudayaan daerah di Kabupaten Lebak.
her/red