Sabtu, 3 Oktober 2026

Keluarga Bani Karta Wireja Lestarikan Tradisi Sungkeman, Perkuat Ikatan Idul Fitri 1447H

BAGIKAN:
Keluarga Bani Karta Wireja Lestarikan Tradisi Sungkeman, Per...
0
Keluarga Bani Karta Wireja Lestarikan Tradisi Sungkeman, Perkuat Ikatan Idul Fitri 1447H
Keluarga Bani Karta Wireja melestarikan tradisi sungkeman, memperkuat ikatan kekeluargaan dan penghormatan pada momen Idul Fitri 1447H. (Dok. Ist)

Keluarga besar Bani Karta Wireja kembali menghidupkan tradisi sungkeman sebagai bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri 1447H. Tradisi turun-temurun ini menjadi manifestasi nilai luhur yang menjunjung tinggi penghormatan kepada orang tua serta mempererat ikatan kekeluargaan lintas generasi.

Sungkeman bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah ruang batin untuk menyampaikan permohonan maaf dan doa restu. Momen ini juga meneguhkan kembali nilai-nilai adab, tata krama, dan kasih sayang dalam keluarga besar.

Sejak pagi hari usai pelaksanaan salat Id, seluruh anggota keluarga berkumpul dalam satu majelis penuh kekhidmatan. Dengan busana terbaik, satu per satu anggota keluarga melakukan sungkeman kepada para sesepuh.

Tradisi sungkeman juga berfungsi sebagai sarana pendidikan karakter yang penting bagi generasi muda. Ini membantu mereka memahami pentingnya nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat.

“Di sinilah anak-anak belajar tentang hormat, tentang merendahkan hati, dan tentang pentingnya menjaga silaturahmi,” ungkap tokoh sepuh keluarga dengan penuh haru.

Lebih dari sekadar kebiasaan, tradisi ini telah menjadi identitas kultural Bani Karta Wireja yang terus dijaga eksistensinya. Sungkeman hadir sebagai penyeimbang di tengah arus modernisasi yang kerap mengikis nilai-nilai tradisional.

Tradisi ini mengingatkan pentingnya akar budaya dalam membangun jati diri keluarga. Kehangatan semakin terasa ketika seluruh keluarga kemudian saling bersalaman, berbagi cerita, dan menikmati hidangan khas lebaran bersama.

Tawa dan air mata haru berpadu, menciptakan suasana yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna spiritual. Dengan konsistensi pelestariannya, tradisi sungkeman Bani Kartawireja tidak hanya menjadi warisan adiluhung.

Tradisi ini juga menjadi ruh yang menghidupkan esensi sejati Idul Fitri. Esensi tersebut meliputi kembali kepada kesucian, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan nilai kemanusiaan yang luhur.

***

Wali Kota Tangerang Buka Festival Bedug Takbiran di Masjid Raya Al-A’zhom
Artikel Selanjutnya

Wali Kota Tangerang Buka Festival Bedug Takbiran di Masjid Raya Al-A’zhom

Penulis: Kusna
Diterbitkan: 22 Maret 2026, 20:17 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB
Sumber: Rilis

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Florencia Kirana Wilman: Bukti bahwa Siswi SMK Juga Bisa Berprestasi

Konten dari Pengguna Cerita Rabu, 30 September 2026 | 04:17 WIB

Dari Kerokan ke Algoritma: Ketika Pengobatan Tradisional Bertemu Dunia Digital

Konten dari Pengguna Opini Senin, 28 September 2026 | 14:01 WIB

Edukasi Dan Promosi Desa Wisata Candirejo Melalui Sejarah Banyu Asin Dan Strategi Inovasi Pariwisata Kreatif

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 21 September 2026 | 04:11 WIB

TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 15 September 2026 | 13:59 WIB

Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Batang Unjuk Karya di Festival Literasi

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Bandung Bersiap Sambut Forum Kota Pusaka Indonesia 2027

Konten Redaksi Senin, 24 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Saatnya Peduli, Kalapas Bandanaira Ajak Donasi untuk Warga NTT Terdampak Bencana

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:32 WIB