DISTRIKBANTENNEWS.COM, Jakarta - Pelatihan pembuatan kain Sasirangan Prada di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Martapura telah memasuki tahap akhir. Proses melukis prada, yaitu pemberian aksen emas pada motif kain, rampung pada Rabu kemarin (25/3/2026).
Kegiatan ini berlangsung di aula Lapas, di mana para peserta pelatihan fokus dan teliti menggoreskan cairan emas. Tahap melukis prada menuntut konsentrasi tinggi dan kestabilan tangan agar garis emas yang dihasilkan tampak tegas, rapi, dan memberikan kesan eksklusif.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Rose Mery K.D, menyampaikan rasa bangganya atas ketelatenan Warga Binaan. Menurutnya, tahap ini merupakan transformasi akhir dari sehelai kain biasa menjadi karya seni bernilai ekonomi tinggi.
"Hari ini kami melihat hasil nyata dari kesabaran teman-teman Warga Binaan. Tahap melukis prada adalah sentuhan akhir yang memberikan nilai plus pada produk," ujar Rose.
Instruktur pelatihan, Amin, memberikan penilaian positif terhadap perkembangan keahlian peserta. Ia mencatat Warga Binaan memiliki kemauan belajar yang sangat kuat, terlihat dari rapinya hasil lukisan prada yang mereka kerjakan.
"Proses melukis prada membutuhkan ketenangan dan penjiwaan terhadap motif. Saya sangat terkesan melihat hasil karya Warga Binaan. Garis-garis emasnya sudah sangat luwes dan presisi," puji Amin. Amin menambahkan, secara teknis Warga Binaan sudah siap menghasilkan produk standar butik.
Kualitas ini dinilai sangat layak untuk dipasarkan secara luas, bahkan untuk pelanggan yang selektif sekalipun. Salah satu Warga Binaan berinisial I, awalnya sempat ragu bisa melukis prada dengan rapi.
Setelah dibimbing, ia mengaku sangat senang melihat kain yang tadinya biasa kini terlihat mewah dengan sentuhan emas.
“Bagi saya, ini bukan sekadar tugas, tapi ilmu mahal. Harapannya, keterampilan melukis prada ini bisa saya kembangkan menjadi usaha sendiri saat bebas nanti agar membantu ekonomi keluarga," tutur I.
Dengan berakhirnya tahap melukis prada, rangkaian pelatihan Sasirangan Prada di Lapas Perempuan Martapura telah rampung secara teknis. Kain-kain hasil pelatihan ini nantinya akan ditampilkan dalam berbagai pameran dan dipasarkan melalui galeri produk Lapas.
"Kami ingin memastikan setiap kain yang keluar dari bengkel kerja ini memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar premium. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi bekal kemandirian yang sangat berharga bagi mereka," tutup Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Rose Mery K.D.
***