Minggu, 4 Oktober 2026

Penulis Sasi Indudewi Soroti Tekanan Batin Akibat Tradisi Mudik Lebaran

BAGIKAN:
Penulis Sasi Indudewi Soroti Tekanan Batin Akibat Tradisi Mu...
0
Penulis Sasi Indudewi Soroti Tekanan Batin Akibat Tradisi Mudik Lebaran
Penulis Sasi Indudewi membahas tekanan batin yang kerap dialami masyarakat saat menjalani tradisi mudik Lebaran. (Dok. Foto/Ilustrasi AI)

Penulis Sasi Indudewi menyoroti sisi lain dari tradisi mudik Lebaran. Ia menyebut perjalanan pulang kampung sering memicu tekanan batin bagi banyak orang.

Di balik kehangatan, ada kelelahan fisik dan mental yang jarang diakui. Setiap musim Lebaran, jutaan orang melakukan perjalanan menuju kampung halaman.

Data beberapa tahun terakhir menunjukkan angka pemudik bisa melampaui 120 juta jiwa. Angka besar ini sering diartikan sebagai keberhasilan mobilitas dan kuatnya tradisi keluarga.

Namun, Sasi Indudewi mempertanyakan berapa banyak pemudik yang pulang dengan hati benar-benar ringan. Perjalanan panjang, macet berjam-jam, serta jadwal tidak pasti bukan sekadar persoalan teknis.

Tubuh yang dipaksa tetap terjaga dalam kondisi lelah membuat seseorang lebih rapuh dan mudah emosi. Dalam ruang keluarga, kerentanan itu sering bertemu dengan berbagai ekspektasi.

Mudik bukan hanya soal pulang, tetapi juga soal "menjawab" pertanyaan seputar pekerjaan, pasangan, atau pencapaian hidup. Pertanyaan-pertanyaan tersebut, meskipun dimaksudkan sebagai perhatian, sering terasa seperti penilaian.

Tidak semua orang pulang dalam kondisi siap, ada yang masih berjuang atau hanya ingin beristirahat dari kerasnya hidup di kota. Menurut Sasi Indudewi, di titik inilah mudik bisa berubah menjadi ruang yang ambigu.

Bahkan, ia menyebut mudik bisa terasa seperti ruang ujian bagi sebagian orang. Seseorang yang datang dengan harapan diterima apa adanya justru dihadapkan pada standar yang tidak selalu bisa dipenuhi.

Kesehatan mental menjadi aspek yang sering terabaikan dalam dinamika ini. Fokus terlalu besar pada keselamatan perjalanan, padahal perjalanan batin juga membutuhkan perhatian.

Sasi Indudewi menekankan pentingnya menyadari dampak psikologis dari tradisi mudik.

***

Arus Mudik KRL Cisauk Menuju Rangkasbitung Padat pada Siang Hari
Artikel Selanjutnya

Arus Mudik KRL Cisauk Menuju Rangkasbitung Padat pada Siang Hari

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 19 Maret 2026, 23:36 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB
Sumber: Rilis

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Florencia Kirana Wilman: Bukti bahwa Siswi SMK Juga Bisa Berprestasi

Konten dari Pengguna Cerita Rabu, 30 September 2026 | 04:17 WIB

Dari Kerokan ke Algoritma: Ketika Pengobatan Tradisional Bertemu Dunia Digital

Konten dari Pengguna Opini Senin, 28 September 2026 | 14:01 WIB

Edukasi Dan Promosi Desa Wisata Candirejo Melalui Sejarah Banyu Asin Dan Strategi Inovasi Pariwisata Kreatif

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 21 September 2026 | 04:11 WIB

TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 15 September 2026 | 13:59 WIB

Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Batang Unjuk Karya di Festival Literasi

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Bandung Bersiap Sambut Forum Kota Pusaka Indonesia 2027

Konten Redaksi Senin, 24 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Saatnya Peduli, Kalapas Bandanaira Ajak Donasi untuk Warga NTT Terdampak Bencana

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:32 WIB