Daftar isi [Tampilkan]
Jika tekanan ini sudah tidak bisa ditahan lagi oleh batuan di sekitar ruang magma, maka magma akan pecah dan keluar melalui celah atau kawah gunung berapi.
Inilah yang menyebabkan gunung meletus¹².
2. Pergerakan Lempeng Tektonik
Lempeng tektonik adalah potongan-potongan besar dari kerak bumi yang saling bergerak di atas mantel. Ada beberapa jenis pergerakan lempeng tektonik, yaitu divergen, konvergen, dan transform.
Pergerakan lempeng tektonik ini bisa mempengaruhi terjadinya gunung meletus.
Pergerakan lempeng tektonik divergen adalah ketika dua lempeng tektonik menjauh satu sama lain. Hal ini menyebabkan celah di antara lempeng tektonik yang memungkinkan magma naik ke permukaan bumi.
Contoh gunung berapi yang terbentuk karena pergerakan lempeng tektonik divergen adalah gunung berapi di Islandia.
Pergerakan lempeng tektonik konvergen adalah ketika dua lempeng tektonik mendekat dan menabrak satu sama lain. Hal ini menyebabkan salah satu lempeng tektonik masuk ke bawah lempeng tektonik lainnya.
Lempeng tektonik yang masuk ke bawah akan meleleh karena suhu dan tekanan yang tinggi, dan membentuk magma. Magma ini kemudian naik ke permukaan bumi dan menyebabkan gunung meletus.