Sabtu, 3 Oktober 2026

Menenun Perdamaian Dunia dari Davos: Kepemimpinan Visioner HM Raja Mohammed VI dan Pengesahan Piagam "Board of Peace

BAGIKAN:
Menenun Perdamaian Dunia dari Davos: Kepemimpinan Visioner H...
0
Menenun Perdamaian Dunia dari Davos: Kepemimpinan Visioner HM Raja Mohammed VI dan Pengesahan Piagam "Board of Peace

Davos, Swiss – Panggung ekonomi dunia di Davos, Swiss, hari ini (Kamis, 22/01/2026) menjadi saksi sebuah tonggak sejarah diplomasi global yang monumental.

Atas instruksi Yang Mulia Raja Mohammed VI, Ketua Komite Al-Quds, Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita, secara resmi menandatangani Piagam Pendirian "Board of Peace" (Dewan Perdamaian). Upacara penandatanganan ini dipimpin langsung oleh Presiden Amerika Serikat, H.E.

Donald J. Trump, di sela-sela pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF).

Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari penerimaan tulus Yang Mulia Raja Mohammed VI untuk bergabung sebagai Anggota Pendiri dalam inisiatif yang diusulkan oleh Presiden AS tersebut. Inisiatif ambisius ini dirancang untuk memperkuat upaya perdamaian di Timur Tengah sekaligus mengadopsi pendekatan baru yang lebih progresif dan pragmatis dalam menyelesaikan berbagai konflik kronis yang melanda dunia saat ini.

Maroko dan Bahrain menempati posisi bersejarah sebagai dua negara pertama yang membubuhkan tanda tangan pada Piagam tersebut. Segera setelah prosesi penandatanganan oleh kedua negara pionir ini, Presiden Trump mengumumkan pemberlakuan resmi Piagam tersebut, yang sekaligus menandai lahirnya secara formal lembaga "Board of Peace".

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sekitar dua puluh Kepala Negara dan pemerintahan, serta para Menteri Luar Negeri dari negara-negara penandatangan awal, termasuk Türkiye, Arab Saudi, Mesir, Indonesia, Azerbaijan, dan Argentina. Kehadiran para pemimpin lintas benua ini mencerminkan besarnya harapan dunia terhadap sebuah mekanisme perdamaian yang lebih segar dan efektif.

Partisipasi dalam "Board of Peace" bersifat eksklusif, hanya diperuntukkan bagi sekelompok pemimpin terpilih dengan kaliber internasional yang memiliki komitmen tak tergoyahkan untuk menjamin masa depan yang aman dan sejahtera bagi generasi mendatang. Undangan khusus kepada Maroko merupakan pengakuan dunia terhadap kepemimpinan visioner Yang Mulia Raja Mohammed VI serta posisi strategis Raja Maroko sebagai aktor kunci perdamaian dunia.

Menanggapi kemajuan signifikan ini, Wilson Lalengke, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) sekaligus Presiden Indonesia Sahara Morocco Brotherhood (ISMB), memberikan apresiasi yang mendalam. Menurutnya, keterlibatan aktif Maroko di bawah arahan Raja Mohammed VI dalam pembentukan "Board of Peace" adalah angin segar bagi stabilitas internasional.

Jejak Sang Patriot Bangsa Seorang Anak Nelayan dari Balige
Artikel Selanjutnya

Jejak Sang Patriot Bangsa Seorang Anak Nelayan dari Balige

Penulis: Agus Fiyantino
Diterbitkan: 23 Januari 2026, 20:20 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”

Konten dari Pengguna Cerita Jumat, 2 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Mengenal Taruli Phalti Patuan, Kajari Purbalingga yang Tegas dan Humanis

Konten Redaksi Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Menjemput Fajar Abad Kedua Mathla’ul Anwar

Konten Redaksi Senin, 10 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Mengenal Ripsky Ardiansyah, Tiktoker Asal Karawang dengan Julukan "Duda Muda" yang Viral

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:52 WIB